iklan

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN – Pandemi Covid19 sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat di Kabupaten Sarolangun. Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sarolangun, kedepan akan fokus dalam peningkatkan sektor pertanian dan sektor perkebunan.

Kepala Dinas TPHP Sarolangun, Ir Dedi Hendri mengatakan, bahwa berdasarkan data dari eksposes pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi, sektor pertanian dan sektor perkebunan masih diandalkan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Di Jambi, nilai tukar petani ini rata-rata sebesar 117,83 PDB dan paling tinggi PDB dari sektor perkebunan. Artinya Dua sektor itu masih bisa menguntungkan bagi petani saat ini di masa pandemi virus Corona.

“Tentu kita dinas TPHP, dua hal tersebut menjadi yang terpenting untuk kita dorong di masa pandemi ini,” kata Dedi Hendri.

Sektor perkebunan, lanjut Dedi, bahwa untuk masyarakat petani yang memiliki kebun sawit yang sudah tua, diharapkan agar mengikuti program peremajaan (replanting sawit) yang merupakan program dari APBN maupun APBD Provinsi Jambi.

Tahun 2021 misalnya, program replating sawit pelaksanaannya sesuai dengan targetnya, yang mencapai lebih kurang 700 hektar lahan sawit dilakukan peremajaan, dan dari evaluasi yang dilakukan di lapangan kegiatan itu berjalan dengan baik dengan harapan nantinya bisa sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.

“Insa Allah tahun ini akan ada kegiatan berikutnya, dan dalam waktu dekat ini ada sekitar 500 hektar dilaksanakan dari 5 kelompok tani usulan. Berikutnya ada 2.050 hektar lahan perkebunan masyarakat, dan itu melalui kelompok tani dan masing-masing anggota maksimal punya 4 hektar,” terangnya.

Sementara di sektor pertanian, Dedi menjelaskan bahwa Kabupaten Sarolangun ada luas lahan sawah sebanyak 5.300 hektar, yang tersebar di seluruh Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sarolangun.

Rata-rata di setiap kecamatan, padi sawah ini petani di Sarolangun bisa melakukan 1-2 kali tanama dalam setahun. Selain itu, di Kecamatan Sarolangun, Kecamatan Mandiangin dan Kecamatan Bathin VIII, berpotensi untuk pengembangan padi ladang.

“APBD kita terbatas dan kita berharap bantuan dari APBN. Selain itu kita harap juga dengan adanya dana di desa, bisa membantu petani desa. Sebab saat ini dana desa banyak untuk penanganan covid-19, kemudian ada sebenarnya untuk sektor pangan, tapi kita belum dapat dari penyuluh apa saja yang dilakukan pengembangan oleh desa,”pungkasnya.(hnd)


Berita Terkait



add images