Hasil itu kian memperburuk catatan pertemuan Minions kontra Endo/Watanabe menjadi 2-6 yang ironisnya enam kekalahan dialami secara beruntun. Adu pukul intensif mewarnai jalannya gim pertama dan kendati sempat tertinggal tiga poin, Minions berhasil mengejar bahkan berbalik unggul.
Tekanan yang ditingkatkan Endo/Watanabe gagal membuahkan hasil, malah memberikan keuntungan bagi Kevin/Marcus. Praktis pasangan Jepang itu perlahan menurunkan tempo permainan dan lebih banyak mengetatkan pertahanan mereka.
Mengandalkan pengembalian bola yang apik, Endo/Watanabe mencuri beberapa angka dari Kevin/Marcus.
Tercatat setidaknya empat kali reli panjang tersaji pada gim pertama, dengan masing-masing menghabiskan 41, 44, 33 dan 56 pukulan. Sayangnya, dua reli terakhir berujung kesalahan Minions dan Endo/Watanabe merebut gim pertama 21-18.
Memasuki gim kedua, tempo permainan Endo/Watanabe lebih melambat dan pasangan Jepang itu lebih banyak melakukan kesalahan. Hal itu praktis membuat Minions berada di atas angin dan unggul jauh 19-10.
Setelah menebus dua kesalahan, Minions berhasil merebut gim kedua 21-12 untuk menyamakan kedudukan dan memaksakan rubber game. Gim ketiga diawali dengan cukup buruk oleh Minions, yang tertinggal 0-5 sebelum sempat bangkit dan mengejar ketertinggalan. Akan tetapi pertahanan solid Endo/Watanabe membuat pasangan Jepang itu kian dekat dengan gelar juara ketika mengamankan keunggulan menuju game point dalam kedudukan 20-19.
Minions berusaha memaksakan deuce, sayang pukulan smash Kevin terlalu kencang dan shuttlecock mendarat di luar lapangan memastikan kemenangan dan gelar juara bagi Endo/Watanabe. Minions gagal mempertahankan gelar juara ganda putra All England yang sempat dimenangkan senior mereka, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, tahun lalu. (ful)
Sumber: www.fin.co.id
