JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Kabar kurang sedap datang dari Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi. Lonjakan drastis tingkat kekeruhan air baku di Sungai Batanghari membuat distribusi air bersih ke pelanggan ikut terdampak.
Dari informasi resmi Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, kekeruhan air dilaporkan menembus angka lebih dari 1000 NTU pada Kamis (19/3/2026) sejak pukul 17.00 WIB.
BACA JUGA: Pemkot- DPRD Sungai Penuh Buka Bersama, Perkuat Sinergitas
Kondisi ini terjadi di titik intake Pulau Pandan dan Sejinjang, yang menjadi sumber utama pengolahan air bersih di Kota Jambi.
Sebagai langkah antisipasi, pihak Perumdam terpaksa melakukan penurunan debit produksi dan distribusi hingga ±10 persen.
Dampaknya, aliran air ke sejumlah wilayah yang dilayani IPA Broni 2 dan IPA Tanjung Sari dipastikan mengalami gangguan.
BACA JUGA: Wali Kota Maulana Turun Langsung! Pintu Masuk Kota Jambi Dijaga Ketat Jelang Lebaran
Tak hanya itu, proses pengurasan endapan lumpur (wash out) juga tengah dilakukan di Instalasi Pengolahan Air guna menjaga kualitas air tetap layak konsumsi.
Adapun sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain: Talang Bakung, Bakung Jaya, Lingkar Selatan, Pasir Putih, Wijaya Pura, Paal Merah, Jelutung, Paal 5, Handil Jaya, Kebun Handil, The Hok, Sungai Putri hingga Simpang IV Sipin.
Pihak Perumdam menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini dan mengimbau masyarakat untuk bersabar serta menggunakan air secara bijak selama proses penanganan berlangsung.
BACA JUGA: Fokus Sejahterakan Umat, BAZNAS Kota Jambi Komitmen Kelola Zakat Secara Profesional
Warga yang mengalami gangguan dapat melapor melalui layanan WhatsApp pengaduan resmi. (hfz)
