iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, BATANGHARI - Sepanjang tahun 2018, terjadi 36 kasus peristiwa kebakaran di Bumi Serentak Bak Regam. Kebakaran ini melanda rumah penduduk dan kebakaran hutan dan lahan. Musibah kebakaran sering kali terjadi akibat didominasi faktor ketidaksengajaan dan kelalaian manusia.

Zailani, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Batanghari, mengatakan, jika  tahun ini kasus kebakaran mengalami peningkatan yang signifikan. Sebagian besar kasus kebakaran tersebut disebabkan oleh ketidak sengajaan atau kelalaian. Seperti akibat korsleting listrik dan puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh warga. Selain itu, akibat sisa pembakaran sampah warga. 

Biasanya disebabkan karena faktor ketidaksengajaan pemilik rumah, seperti korsleting arus listrik. Sementara untuk kebakaran lahan, banyak disebabkan puntung rokok warga yang dibuang sembarangan, kata Zailani.

Kasus kebakaran sebuah gudang penyimpanan di Desa Bathin Nes, Kecamatan Bajubang, akibat pembakaran sampah. Peristiwa itu terjadi pada, 10 Juli 2018. Kemudian, kabakaran rumah hunian milik Pemkab Batanghati di Desa Pematang Gading, Kecamatan Mersam, 29 Juli, diakibatkan korsleting arus listrik.

Semua kecamatan yang ada terdapat kecamatan yang merupakan wilayah yang termasuk rawan terjadinya kebakaran. Dia mengimbau agar masyarakat lebih waspada saat musim kemarau ini.

"Dengan punyuluhan, kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak kelalaian yang mengakibatkan kebakaran," tutup Zailani.(rza)


Berita Terkait



add images