JAMBIUPATE.CO, JAMBI- Nilai tukar dolar terhadap rupiah terus menguat dan menimbulkan keresehan. Soalnya nilainya tukarnya sudah menembus ke level Rp 15.000 perdolar.
Menghadapi itu, staf khusus pimpinan DPR RI Dipo Ilham Djalim meminta pemerintah untuk lengah. Pemerintah juga harus mampu menjelaskan kepada masyarakat seperti apa kondisi sebenarnya dampak naiknya nilai tukar tersebut.
Rupiah memelah, pemerintah jangan lengah. Jangan sampai ini menjadi keserahan kepada masyarakat, ujarnya.
Dipo menyebutkan ada lima kemungkinan yang membuat nilai rupiah terus menurun sampai bulan September 2018. Pertama neraca perdagangan defisit dan kinerja perdagangan yang kurang optimal.
Perdagangan di dalam negeri yang kurang optimal membuat rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Kondisi ini disebabkan karena neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit dan kemudian berimbas ke defisit transaksi berjalan, katanya.
Kemudian adanya yield spread antara US Treasury atau surat berharga pemerintah AS. Surat Berharga Negara tenor 10 tahun yang semakin lebar juga turut berpengaruh pada melemahnya rupiah. (aiz)
