iklan Para diriver online (Gocar) membuka segel kantor PT Gojek Indonesia cabang Jambi, di Jelutung, kemarin (4/9). Sebelumnya kantor PT GI disegel driver Gocar yang menggelar aksi belum lama ini. Foto : M Ridwan / Jambi Ekspres
Para diriver online (Gocar) membuka segel kantor PT Gojek Indonesia cabang Jambi, di Jelutung, kemarin (4/9). Sebelumnya kantor PT GI disegel driver Gocar yang menggelar aksi belum lama ini. Foto : M Ridwan / Jambi Ekspres

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Forum Lintas Komunitas Driver Online (Gocar) Jambi melakukan audiensi bersama Wali Kota Jambi Sy Fasha, di ruang utama kantor Wali Kota Jambi, Selasa, (4/9).

Mereka masih mempurjuangkan kesejahteraan para draiver. Menuntut PT Gojek Indonesia (PT GI) menyesuaikan insetif.

Roni, perwakilan Forum Lintas Komunitas Driver Online Jambi mengatakan, dalam audiensi ada beberapa kesepakatan antara para driver dan juga manajemen PT GI.

"Alhamdulillah berkat campur tangan Wali Kota dan Kapolresta ada beberapa kesepakatan," kata Roni.

Roni menyebutkan, kesepakatan tersebut diantaranya adalah PT GI harus menonaktifkan fitur Gocar pada aplikasi Gojek khusus wilayah Jambi. "Saat ini poin 17, bonus Rp70 ribu. Apa yang kami harapkan dari sini, imbuhnya.

Pihak driver juga meminta transparansi dan penijauan kembali terhadap akun yang terkena pemutusan mitra (PM).

"Jika tuntutan itu tidak dapat dipenuhi. Wali Kota memberikan opsi kepada para driver di Gocar untuk pindah ke Grab Car. Kami akan di fasilitasi pindah kesana. Angin baru bagi kami," katanya. (hfz)


Berita Terkait