JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Pembuatan 1000 anak tangga menuju Danau Gunung Tujuh atau disebut dengan proyek tangga menuju ke langit, memicu pro kontra di kalangan masyarakat dan para Pencinta Alam (PA) Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Meski sebagian mendukung karena untuk memudahkan wisatawan yang ingin menuju Danau Gunung Tujuh, pembangunan anak tangga dari bawah menuju Danau Gunung Tujuh itu ternyata menuai penolakan dan protes dari masyarakat luas.
Bersama dengan itu, reaksi masyarakat ternyata pro dan kontra. Namun, sebagian besar justru mengecam karena dituding akan merusak keaslian alam dan jalur pendakian yang selama ini menjadi klangenan para pecinta alam.
Salah satunya, akun Hadi Al- Mustakshaf di postingan foto pengerjaan anak tangga Gunung Tujuh oleh akun Sutan menulis komentar menolak keras pembangunan anak tangga Gunung Tujuh.
"Saya sangat tidak setuju, karena ini bisa merusak alam, biarlah alam Kerinci identik dengan wisata Nature, Adventure dan tantangan. Semoga Pencinta Alam dari Kerinci segera bertindak mengenai hal ini," tulis Sutan.
Menanggapi hal tersebut, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) wilayah I Kerinci, melakukan penyetopan pengerjaan pembangunan anak tangga untuk menuju objek wisata Danau Gunung Tujuh.
Hal tersbeut dikarenakan, untuk pekerjaannya, pihak dari Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) melarang menggunakan alat berat.
Ya, saat ini ada pekerjaan pembangunan tangga ke Danau Gunung Tujuh, ujar Kasi BBTNKS Kerinci, Nurhamidi. (adi)
