iklan  Ihsan Yunus.
Ihsan Yunus.

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA- DPR RI mengadakan peringatan kelahiran lembaga legislatif yang ke 73, Rabu (29/8). Bertempat di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara II Jakarta, para anggota DPR memperingati ulang tahun lembaganya dengan melangsungkan rapat Paripurna yang berisikan acara pidato penyampaian laporan kinerja masa tahun sidang 2017-2018.

Pidato itu disampaikan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. Dalam pidatonya, Bamsoet menggarisbawahi posisi DPR sebagai garda terdepan merawat dan menjaga rumah bersama bernama Indonesia dengan empat pilar penyangganya, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Bamsoet memaparkan hasil survei Lemhanas yang mengindikasikan lemahnya ketahanan ideologi dan politik dalam kurun 2010 2016. Indeks ketahanan ideologi yang meliputi variabel berupa toleransi, kesederajatan dalam hukum, kesamaan hak kehidupan sosial dan persatuan bangsa cenderung terus merosot dengan skor 2,13 pada 2010 menjadi 2,06 pada 2016.

Bamsoet menambahkan hasil Survei Nilai-nilai Kebangsaan (SNK) dari BPS pada 2015 yang menunjukkan data mengkhawatirkan. Dimana18 dari 100 orang Indonesia tidak tahu judul lagu kebangsaan, 53 persen tidak hafal lirik lagu kebangsaan dan 24 dari setiap 100 orang Indonesia tidak hafal sila-sila Pancasila.

Dimintai tanggapannya pasca mengikuti peringatan ulang tahun DPR ke 73, Ihsan Yunus, anggota DPR dari Komisi VI, Fraksi PDI Perjuangan, mengamini pidato Bamsoet.

Pekerjaan rumah yang menanti DPR itu tidak hanya mengawal pembangunan fisik, infrastruktur, yang tengah digalakkan untuk mendorong perekonomian. DPR juga harus menjadi pengawal terdepan ketahanan ideologi bangsa. Seperti disampaikan Ketua DPR tadi, jangan sampai kerentanan kita sebagai bangsa dimanfaatkan untuk memecah belah rakyat. Hal ini tentunya berbahaya karena dapat saja memudahkan masuknya paham-paham transnasional yang coba mengganti ideologi kita, Pancasila, ujar Ihsan.

Menurutnya, dalam momen ulang tahun ini, DPR memiliki harapan ke depannya dapat meraih hal-hal positif dan memperbaiki citranya di tengah masyarakat. Karena tidak bisa pungkiri adanya keburukan citra DPR.

Beberapa anggota DPR tersandung kasus korupsi, bahkan ada yang ditangkap tangan KPK. Kinerja DPR dipertanyakan, banyak RUU tidak kunjung selesai sesuai target dalam Prolegnas. Belum lagi anggapan soal arogansi anggota DPR yang merasa dilindungi undang-undang.

"Ini harus diperbaiki. DPR ke depannya harus menjaga integritasnya dan tidak mudah tergoda rayuan uang, produktivitas dalam penyelesaian RUU harus ditingkatkan setiap tahunnya dan DPR harus duduk sejajar bersama rakyat, memikul amanat penderitaan rayat atau selalu diingatkan Ibu Megawati, Ketua Umum kami, para wakil rakyat harus selalu menangis dan tertawa bersama rakyat. Daripada itu saya pribadi dan saya harapkan segenap anggota DPR, harus siap kerja, kerja dan kerja untuk jadikan citra DPR yang lebih baik, tukas Ihsan. (aiz)


Berita Terkait