JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Hutan di wilayah Renah Pemetik dan Lubuk Tabun, dulunya belum pernah dijambah oleh masyarakat atau terkenal dengan masih perawan. Sehingga, menjadi rumah yang nyaman bagi binatang satwa langka seperti Harimau.
Namun saat ini, hutan diwilayah tersebut sudah dilakukan perambahan oleh oknum yang tak bertanggung jawab, sehingga Harimau merasa terusik dan turun hingga ke perkebunan dan pemukiman warga.
Hal tersebut membuat warga Renah Pemetik, Kecamatan Air Hangat Timur dan warga Desa Lubuk Tabun Kecamatan Siulak Mukai, beberapa hari terakhir ini diresahkan dengan adanya harimau yang berkeliaran di perkebunan warga Sungai Tembang.
Bukan hanya terlihat di perkebunan warga, dengan ditemukannya jejak, bahkan harimau juga sudah memangsa 4 ekor anjing milik warga setempat.
Imron, salah satu warga Renah Pemetik mengatakan warga bersama dengan tim Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kerinci yang turun kelapangan menemukan jejak yang diduga pijakan harimau sepanjang 10 - 11 cm.
"Iya, kita menemukan pijakan harimau di kebun warga," sebutnya.
Diakui Imron, bahwa hingga saat ini warga Renah Pemetik masih ketakutan untuk pergi keladang, karena harimau masih berkeliaran.
"Sudah beberapa hari ini, warga masih ketakutan untuk beraktivitas di ladang," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan BBTNKS Kerinci, Nurhamidi, dikonfirmasi membenarkan adanya harimau yang terlihat berkeliaran di perkebunan warga di Renah Pemetik.
"Iya ada laporan dari masyarakat, kita sudah turunkan tim sejak Senin (16/4) lalu, saat ini tim masih disana, kita belum bisa komunikasi dengan tim dilapangan, karena disana tidak ada sinyal hp," kata Nurhamidi, dihubungi via ponselnya, Jumat (20/4). (adi)
