JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Miris, kata-kata inilah yang menggambarkan buruknya dunia pendidikan di salah satu kampus di Kabupaten Kerinci. Bagaimana tidak, seharusnya Sekolah Tinggi Agama Islam Negri (STAIN) Kerinci yang sudah beralih menjadi Institus Agama Islam Negri (IAIN) Kerinci, diharapkan mampu meningkatkan sistim pendidikan, namun malah berbanding terbalik.
Pasalnya, Gaji sejumlah Dosen Tidak Tetap (DTT) IAIN Kerinci, sangat rendah. Seperti dikatakan Sekjen Forum Komonikasi Dosen Tidak Tetap IAIN kerinci, Fatma Wati.
Dikatakannya bahwa, nominal gaji atau honorium yang diterima jauh sekali di bawah upah minimum buruh. "Lebih mahal gaji petugas kebersihan, dibandingkan kami," keluhnya.
Dijelaskannya bahwa, honor yg di bunyikan dalam berkas yang ditandangi (SPJ) adalah 12.000/ SKSnya yang seharusnya dikalikan dengan jumlah pertemuan persemesternya adalah 16 kali pertemuan, namun tidak sebanding pas pencairan gaji. Jika dihitung 16—12.000 = 192.000 X 19 sks persemester = 3.648.000 ini seharusnya yang diterima oleh Dosen yang bersangkutan.
"Tapi malah sebaliknya mereka hanya menerima Rp 1.140.000, artinya 12.000 bukan lagi dikalikan 16 tapi malah dibagi 12.000:16 = 750 rupiah kalau seperti ini adanya, DTT di gaji sebanyak 750 rupiah per SKSnya," ungkapnya.
Atas dasar hal tersebut, sejumlah DTT sangat menyayangkan pihak kampus yang menilai jerih payah tenaga pendidik yang mengangkat mutu yang tenaganya dibutuhkan, seolah dimamfaatkan oleh pihak ataupun oknum kampus untuk meraih keuntungan pribadi. (adi)
