iklan Warga Tionghua Dari Mancanegara Kunjungi Bukit Naga Ukir Rano Tanjab Timur.
Warga Tionghua Dari Mancanegara Kunjungi Bukit Naga Ukir Rano Tanjab Timur.

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK- Warga Tionghua setiap April, mengunjungi Bukit Naga Ukir yang terletak di Kelurahan Rano, Kecamatan Muarasabak Barat, Tanjab Timur. Tidak hanya dari Jambi, ternyata warga Tionghoa dari berbagai provinsi, bahkan dari Singapura mendatangi Kelurahan Rano.

Menurut Cho Salim, dulu di tahun 1937 leluhurnya menetap di Muarasabak, karena dataran Sabak rata-rata rendah, bukit Naga Ukir yang paling tinggi di Muarasabak dijadikan tempat menguburkan leluhur kami pada masa itu.

Bahkan, untuk proses penguburan pun, lanjut Cho Salim, jasat leluhurnya dibawa menggunakan pompong menyusuri Sungai Rano, karena masa itu belum ada jalan darat dari Muarasabak ke Rano.

Setiap April, kami selalu berkunjung ke Naga Ukir melaksanakan cheng Beng (sembahyang,red), mulai dari sembahyang tuan tanah, sembahyang arwah, sampai dengan membakar kertas sio kenciua,ungkap Cha Slim saat dibincangi awak media.

Apalagi, kata Dia, pada masa itu para penjajah kerap masuk ke daerah Sabak, untuk menyelamatkan diri leluhurnya bersembunyi di Parit yang saat ini dikenal dengan sebutan Parit Cini hingga situasi aman. Jika ada yang meninggal, nantinya akan dibawa ke Naga Ukir untuk dikuburkan.

Zaman dulu, kalau penjajah sudah masuk ke muarasabak, lelehur kami bersembunyi, setelah situasi aman baru kembali ke perkampungan,tuturnya

Sementara itu, Ahyong salah seorang warga Tionghua yang datang dari Singapure menuturkan, setiap tahun dirinya dan keluarganya sengaja datang jauh-jauh dari Singapure untuk sembahyang di Bukit Naga Ukir.

Ini kuburan leluhur kami, dan setiap tahun kami selalu ke sini melaksanakan chengbeng,pukasnya. (oni)


Berita Terkait



add images