JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN Rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Sarolangun, ternyata disebabkan karena kesadaran masyarakatnya yang masih tergolong lemah dalam membayar pajak. Kondisi itu membuat PAD Sarolangun tidak bisa drastis naik setiap tahunnya.
Oleh sebab itu, Bupati Sarolangun Cek Endra dengan tegas menyarankan agar Badan Pengelolaan Pajak Dan Retrebusi Daerah ( BPPRD ) lebih cekatan dalam menarik PBB, serta jeli dalam melihat peluang PAD.
Memang masih banyak lokasi aset daerah yang belum tergarap retrubusinya, nah dinas BPPRD lah yang harus jemput bola, jeli melihat peluang untuk genjot PAD kita, kata Bupati.
Disampaikannya, persoalan PBB juga harua terus disosialisasikan,sebab kesadaran dalam membayar pajak bumi dan bangunan masih lemah, tentunya, menurut Cek Endra harus ada langkah strategis dalam melakukan penarikan.
Harus ada strategi, jangan mengandalkan gaya lama, masyarakat kita sudah beda, turun langsung lakukan sosialisasi ke masyarakat, minta bantu dengan para Kades dan camat untuk persoalan PBB ini, jangan hanya bicara pengeluaran saja, tapi pemasukan dipikirkan, jemput bola," tegasnya.
Maka dari itu, Bupati menantang dalam lima tahun kedepan pihak BPPRD mampu mengejar target PAD hingga Rp200 miliar. (hnd)
