JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Masyarakat Kota Jambi patut berbangga hati. Bagaimana tidak, sebagai sebuah kota besar, Kota Jambi kini bertabur prestasi. Berbagai raihan prestasi membanggakan, mencatatkan nama Kota Jambi dikancah nasional, bahkan internasional.
Salah satunya adalah prestasi prestisus di bidang kebersihan dan lingkungan hidup, Pemerintah Kota Jambi berhasil mengantarkan Anugerah Adipura untuk ke-5 kalinya bagi masyarakat Kota Jambi. Tidak hanya Adipura, Plakat Taman Kota Terbaik kategori kota besar pun hadir untuk masyarakat Kota Jambi.
Walikota Jambi Sy Fasha yang kini sedang cuti dari jabatannya sebagai walikota karena memasuki masa kampanye, mengatakan, julukan Pahlawan Kebersihan sangat pantas disematkan kepada 1.347 orang Petugas Harian Lepas (PHL) yang ada di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kota Jambi. Bagaimana tidak, berkat kesungguhan, integritas dan kecintaan mereka akan kebersihan Kota Jambi, selama 5 kali berturut-turut piala Adipura tidak pernah absen untuk Kota Jambi.
Masyarakat Kota Jambi saat ini sudah terbiasa dengan berbagai penghargaan dan prestasi yang hadir untuk Kota Jambi. Salah satunya adalah penghargaan Adipura, yang diraih berkat hasil kerja keras seluruh PHL yang ada di Kota Jambi. Saya sangat mengapresiasi dan penghargaan yang tinggi atas seluruh kerja keras, kesungguhan dan keikhlasan PHL kami, sebut Fasha.
Menurut Fasha, PHL memiliki peran sangat besar dan menentukan atas diraihnya Adipura bagi Kota Jambi.
Prestasi 5 kali berturut-turut Kota Jambi meraih Adipura, berkat kerja keras dan kecintaan PHL untuk Kota Jambi. Dapat saya katakan bahwa percuma bagi seorang pemimpin punya banyak inovasi, jika tidak dibantu oleh PHL. Semua akan sia-sia, ujar Wali Kota Fasha
Ditambahkan Wali Kota Syarif Fasha, banyak pihak luar menawarkan berbagai kecanggihan teknologi untuk membantu Pemkot Jambi membersihkan sampah secara modern. Namun Wali Kota Fasha dengan tegas menolak hal tersebut.
Saya seringkali ditawarkan berbagai tekonologi untuk menggantikan fungsi PHL sebagai penjaga kebersihan di Kota Jambi. Namun tawaran tersebut selalu saya tolak karena urusan menjaga kebersihan harus dengan hati manusia bukan dengan mesin. Jika selama ini PHL tidak bekerja dengan hati, tidak akan mungkin kita terus dapat adipura di Kota Jambi. Saya akan selalu tetap membutuhkan Bapak Ibu semua, karena Bapak/ibu bekerja dengan hati dan kesungguhan, sebagai wujud cinta akan kota jambi, jelas Fasha.
Bahkan, sebelum cuti dari jabatannya, Fasha memperlihatkan perhatiannya kepada tenaga PHL di Kota Jambi. Selain rutin memberikan santunan kepada PHL disetiap hari raya, perlengkapan dan pakaian kerja sesuai standar pun dipenuhi setiap tahunnya. Aspek kesehatan pun turut diperhatikan Fasha dengan memberikan asuransi jiwa dan
SKTM yang didaftarkan permanen untuk seluruh PHL di Kota Jambi. (wan)
