JAMBIUPDATE.CO, SUNGAIPENUH - Untuk sementara waktu, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang merupakan korban kebakaran di Kota Sungai Penuh beberapa waktu lalu, direlokasikan ke terminal Kota Sungai Penuh.
Hal tersebut dilakukan setelah berbagai alternatif yang ditawarkan Pemkot Sungai Penuh untuk relokasi, mendapat penolakan dari sejumlah PKL. Bukan hanya itu saja, akan tetapi juga disebabkan adanya penolakan dari warga Pasar Baru.
Kabid Pasar, Dedi Iriyanto, mengatakan Pemkot menyarankan para PKL pindah ke lantai dua Kincai Plaza, namun para pedagang menolak, dengan alasan akan sepi pembeli. Pedagang meminta tetap ditempat semula, yakni di badan jalan bekas lokasi kebakaran.
Permintaan itu pun diakomodir Walikota Sungai Penuh, setelah mengadakan pertemuan dengan para pedagang dan instansi terkait. Namun, warga lokasi kebakaran Desa Pasar Baru menolak lapak PKL dibangun ulang, karena warga merasa lapak PKL akan menjadi kendala saat musibah kebakaran, seperti yang telah terjadi mobil damkar tidak bisa masuk.
"Kita lakukan lagi pertemuan dan musyawarah dengan pedagang dan warga, akhirnya diputuskan relokasi PKL ke terminal," ungkapnya.
Setelah pedagang setuju direlokasi ke terminal, lanjut dia, pihaknya langsung mempersiapkan lokasi untuk para PKL korban kebakaran, agar dapat segera dibangun lapak PKL dan bisa ditempati para pedagang untuk memulai usahanya.
"Kita telah melakukan pengambilan nomor lapak untuk PKL, agar pembagian lapaknya bisa merata untuk setiap PKL korban kebakaran, berdasar data yang kita miliki," ungkapnya.
Dia berharap, tingkat pembeli ke terminal tetap ramai seperti dilokasi sebelumnya. Lokasi diterminal juga bagus dan sangat memadai. "Harapan kita aktivitas jual beli di terminal bisa lancar dan pengunjungnya ramai, karena lokasinya bagus dan mudah dijangkau," ungkapnya. (adi)
