JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kerinci, dan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Kerinci, akhirnya angkat bicara terkait dengan rencana penggantian nama puncak Gunung Kerinci menjadi puncak Joko Widodo oleh Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).
Seperti dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kerinci, Yuldi Herman, mengatakan tidak mudah untuk mengubah nama sesuatu yang telah dikenal oleh seluruh dunia, seperti Gunung Kerinci yang sudah mendunia dan masuk atlas. "Inikan perlu proses, tidak bisa langsung main ganti saja," kata Yuldi Herman, Senin (19/2) kemarin.
Dijelaskan Yuldi, seandainya Solok Selatan ingin menganti nama puncak Kerinci, mereka harus meminta persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jambi dan Kerinci, karena Gunung Kerinci adalah milik Provinsi Jambi yang terletak di Kabupaten Kerinci. "Kalau mau ganti harus ada persetujuan, lagian nanti akan ada uji publiknya, apakah disetujui oleh masyarakat kerinci," sebutnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Kerinci, Ardinal, mengatakan tidak setuju dengan adanya rencana penggantian nama puncak kerinci. "Karena dari zaman nenek moyang sudah ada namanya Gunung Kerinci dan bukan hanya dikenal oleh Indonesia saja, tapi sudah dikenal oleh dunia, dari dulu hingga sekarang tidak ada pemerintah kabupaten kerinci dan masyarakat yang ingin menganti nama," katanya.(adi)
