iklan Gunung Kerinci.
Gunung Kerinci.

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Setelah membuka jalur baru pendakian Gunung Kerinci, kini Kabupaten Solok Selatan yang terdiri para pengiat pariwisata Sumatera Barat dan Sekretariat bersama pendakian Kerinci Solok Selatan ingin mengusulkan pemberian nama puncak kerinci dengan nama Presiden ke-7 Republik Indonesia yaitu, Puncak Joko Widodo. 

Selain ingin pemberian nama puncak, mereka juga akan mengusulkan tempat perkemahan terakhir pada ketinggian 3200 mdpl diberi nama Camping Siti Nurbaya. 

Tentunya dengan adanya wacana tersebut, mendapatkan penolakan keras dari sejumlah organisasi Pencinta Alam (PA) dan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

Seperti Erwin, salah satu anggota Pencinta Alam Kerinci menolak keras rencana pemberian nama puncak Kerinci menjadi puncak Joko Widodo yang akan dilakukan oleh Solok Selatan. "Saya tidak setuju pemberian nama tersebut, karena Gunung Kerinci itu milik Kerinci bukan Solok Selatan, nanti kita akan kumpulkan kawan - kawan PA SE-Provinsi Jambi untuk melakukan aksi penolakan ini," sebutnya. 

Dikatanya lagi, bahwa Gunung Kerinci itu milik provinsi Jambi bukan Sumbar, dirinya meminta kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan Taman Nasional Kerinci Selatan (TNKS) untuk turun kelapangan dan menemui pemerintah Solok Selatan untuk menyelesaikan permasalahan ini. 

Hal senada dikatakan Syukran, selaku pendiri Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) IAIN Kerinci. Ia memibta kepada pihak terkait seperti Disporabudpar Kerinci, hingga Dewan dan Bupati, untuk secepatnya mengambil tindakan. "Pihak terkait harus secepatnya bergerak, untuk menolak puncak Kerinci diganti dengan nama puncak Joko Widodo, ini tidak bisa dibiarkan," tegasnya.

"Kalau sebelumnya mereka membuka jalur baru itu tidak jadi maslah, namun kalau mengganti nama, ini artinya ada upaya dari Solok Selatan untuk menghilang nama Gunung berapi tersebut dari nama Gunung Kerinci. Bisa jadi kalau ini dibiarkan, lama kelamaan bukan Gunung Kerinci lagi namanya, akan berubah menjadi Gunung Berapi Joko Widodo," ungkapnya.(adi)


Berita Terkait



add images