iklan Deretan jamban (tempat pembuang air besar) masih terlihat di bantaran Sungai Batanghari di Kecamatan Maro Sebo Ulu.
Deretan jamban (tempat pembuang air besar) masih terlihat di bantaran Sungai Batanghari di Kecamatan Maro Sebo Ulu.

JAMBIUPDATE.CO, BATANGHARI - Perilaku hidup bersih dan sehat wajib kita canangkan agar terhindar dari penularan berbagai macam penyakit, Salah satunya tidak melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Namun ini sangat disayangkan karena salah satu Kecamatan di Batanghari yakni Kecamatan Maro Sebo Ulu (MSU) hingga saat ini masih minim kesadaran akan kebersihan dan kesehatan. Pasalnya masyarakat di kecamatan MSU masih melakukan BABS.

Berdasarkan data yang diperoleh dari dinas Kesehatan kabupaten Batanghari bahwa hingga kini kesadaran masyarakat MSU masih dibawah 20 persen akan kepentingan BABS tersebut. Artinya 80 persen masyarakat MSU masih berprilaku tidak sehat, yakni buang air besar sembarangan.

"Iya kecamatan MSU kesadaran akan tidak melakukan BABS masih rendah, dibawah 20 persen" ungkap dr. Elfie Yenni, MARS Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari.

Perilaku buang air besar sembarangan (BABS/Open defecation) termasuk salah satu contoh perilaku yang tidak sehat. BABS merupakan suatu tindakan membuang kotoran atau tinja di ladang, hutan, semak semak, sungai, pantai atau area terbuka lainnya dan dibiarkan menyebar mengkontaminasi lingkungan, tanah, udara dan air.

Rendahnya akan kesadaran masyarakat tersebut dikarenakan sudah menjadi kebiasaaan masyarakat yang kerap buang air besar sembarangan.
"hal ini pun juga dikarenakan letak kecamatan MSU berada di aliaran sungai Batanghari," ungkapnya. (rza)


Berita Terkait



add images