JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Badan Urusan Logistik (Bulog) Devisi Regional Jambi masih melakukan Operasi Pasar (OP) bekerja sama dengan distributor yang ada di Jambi.
Kerja sama ini dalam bentuk pengemasan ulang beras medium. Saat ini beras medium memang tidak beredar di Jambi.
Ujang Ansori Kasi Kesekretariatan dan Humas Bulog Divre Jambi mengatakan, pasokan beras medium memang tidak ada di didsitributor.
OP dilakukan agar distributor menyebarkan beras medium di Jambi. Harga yang diberikan dibawah HET, katanya.
OP akan berlangsung hingga 29 Januari. Setiap hari dikeluarkan cadangan beras pemerintah sebanyak 60 ton. Penyaluran disesuaikan dengan permintaan distributor.
Kita juga menghindari adanya penumpukan, akunya.
Dia mengakui stok beras di gudang Bulog Divre Jambi cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 3 bulan mendatang.
Semua stok merupakan beras medium, tegasnya.
Lanjut Ujang, Bulog juga mendapat kiriman sekitar 2000 ton beras yang berasal dari SumateraSelatan (Palembang).
Saat ini tengah dalam perjalanan dalam waktu dekat akan sampai, ungkapnya.
Terkait daya beli gabah, Ujang mengatakan, meskipun stok beras masih cukup, Bulog tetap melakukan pembelian gabah petani.
Apabila ada petani yang panen, Bulog siap untuk menampung. Untuk pembelian gabah sekitar Rp 7.300 per kilogram, akunya.
Daerah penghasil gabah adalah Kabupaen Tajung Jabung Timur dan Kerinci. Padi lokal Jambi ini sebenarnya masuk kategori premium, katanya.
Meski demikian, Ujang mengatakan, Bulog Jambi tetap mengupayakan membeli gabah hasil produksi petani berapapun jumlahnya.
Kita tetap upayakan beli, ungkapnya.
Untuk di Jambi, sambung Ujang, pembelian gabah petani Jambi menggunakan system satker.
Yakni dengan cara tim mendatangi wilayah yang panen padi dan memborong hasil panen.
Itu meruakan cara yang paing cepat dan efektif, pungkasnya. (nur)
