JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL - Nasib kesejahteraan tenaga honorer di Tanjabbar memang memprihatinkan. Padahal ujung tombak pemerintah dalam menjalankan roda pemerintah banyak juga peranan tenaga honorer didalamnya, mulai dari tenaga kesehatan, pendidik dan pemerintahan.
Saya meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan para honorer. Dewan siap memberikan fasilitas dalam pengajuan anggaran, karena dengan beban kerja yang keras, honorer hanya di gaji 500 ribu rupiah. Saya juga mengkritik, jangan pemerintah daerah hanya memikirkan ASN mengenai kesejahteraan, tegas Wakil Ketua DPRD Tanjabbar, Ahmad Jafar.
Pemkab, akunya, memang sudah harus memikirkan bagaimana bisa lebih baik lagi. Karena bebam kerja seorang honorer bisa saja lebih berat dari ASN yang sudah dilengkapi dengan TKD dan sertifikasi.
"Realitanya di sekolah sekolah kita justru para guru honorer yang menjadi pendidik andalan. Atau para perawat honorer dan bidan yang melayani kesehatan masyarakat di desa desa terpencil dengan resiko yang mengancam mereka seperti teman teman saya," tutupnya. (sun)
