JAMBIUPDATE.CO, MERANGIN - Diera digital yang serbah canggih dengan teknologi sangatlah penting yang namanya sinyal jarangin untuk berkomunikasi menggunakan media Handphone (HP), Internet dan alat telekomunikasi lainnya.
Dari 205 desa 10 kelurahan yang ada di Kabupaten Merangin, masih ada sekitar 70 Desa yang masih dinyatakan Blank Spot (tidak ada sinyal sama sekali) sehingga mengakibatkan terhambatnya perkembangan informasi, dunia kesehatan, dunia pendidikan dan beberapa kegiatan yang menggunakan akses sinyal.
Ini diakui oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Merangin, Abdul Gani, saat dikonfirmasi. Dia mengaku tahun 2018 masih ada sekitar 70 Desa yang masih Blank Spot sehingga menghambat berbagai kegiatan.
"Banyak kegiatan yang terhambat akibat blank spot ini seperti kegiatan pendidikan, kesehatan dan informasi lainnya," ujar Abdul Gani.
Abdul Gani menegaskan bahwa Tahun 2018 Dinasnya akan mengupayakan untuk mencarikan solusi kepada pihak Swasta dan pihak Pemerintahan agar kesemua Desa tersebut dapat menikmati fasilitas sinyal yang sama seperti daerah lainnya.
"Pada tahun 2018 kita akan bertahap mencari solusi dari masing-masing desa yang belum dapat sinyal baik ke pihak Swasta atau dengan pihak Pemerintahan dan targetnya Tahun 2022 di Merangin tidak ada lagi area yang Blank Spot," tegas Abdul Gani. (cr1)
