iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Kota Jambi sudah mulai kehilangan air tanah atau krisis air tanah. Kedalaman sumur 10 meter tidak lagi ketemu air.

Yunius, Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Jambi mengatakan, krisisnya air tanah di Kota Jambi disebabkan banyaknya pembukaan lahan. Pembangunan gedung dan perumahan sudah menjamur. Cadangan tempat serapan air jadi hilang, kata Yunius, Minggu (7/1).

Ari hujan yang seharusnya masuk ke tanah, saat ini sebut Yunius sudah masuk ke drainase dan langsung mengalir ke sungai Batanghari.

Di Kota Jambi untuk mendapatakan air sumur rumah tangga minimal kedalaman 20 M. 10 meter tidak ketimu air, imbuhnya.

Untuk kawasan selatan Kota Jambi, pada tata ruang merupakan kawasan Budidaya, artinya, wilayah itu akan dikembangkan dengan membangun berbagai sarana, seperti, perumahan.

Namun secara geologi, tanah di wilayah selatan ini merupakan jenis tanah yang banyak mengandung air tanah. Apabila wilayah ini terus dibangun dan hutannya berkurang, lambat laun kawasan ini akan kritis air. Daerah Selatan Kota Jambi, yakni, Kenali Asam, Alam Barajo, Bagan Pete, Kota Baru, Lingkar Selatan.

Untuk perbaikan potensi pada kawasan tersebut, harus dibuat kebijakan membuat kembali hutan-hutan untuk persiapan air. Menerapkan setiap rumah harus punya RTH, atau membuat blok-blok hutan mini dan membuat kolam resapan sebagai penampung air, pungkasnya. (hfz)


Berita Terkait



add images