iklan Agen Ikan di Pasar Induk Paal X Kota Jambi Tengah Sibuk melayani pembeli rabu malam (3/1).
Agen Ikan di Pasar Induk Paal X Kota Jambi Tengah Sibuk melayani pembeli rabu malam (3/1).

JAMBIUPDDATE.CO, JAMBI- Aktifitas Pasar Induk Paal X Kota Jambi sudah mulai lancar. Agen, sub agen dan pedagang malam dari pasar angso duo sudah 95 persen menepati kios disana. Akitifitas malam sudah mulai padat pada pukul 22.00 WIB.

Para pedagang mengaku lebih nyaman berdagang di pasar induk, tempat yang disediakan pemerintah jauh lebih baik dari pasar lama angso duo. Pedagang juga diberi tempat gratis, dan gratis retribusi selama tiga bulan kedepan.

Neli salah satu pedagang cabai di pasar Induk paal X mengatakan, jika dibandingkan dengan pasar Angso Duo, maka Pasar Induk Pal 10 jauh lebih baik. Selain tidak becek, akses jalan juga sangat lebar dan sangat leluasa untuk membawa barang hingga dalam jumlah besar.

"Yang terpenting kami aman, tidak ada yang minta-minta duit," katanya.

Agen cabai lainnya, M Nur mengatakan, dari sisi konsumen, tidak ada yang berbeda dari Pasar Angso Duo. Malahan banyak pula konsumen baru yang langsung membeli ditingkat agen.

"Kalau dari pembeli sama saja, tetap ramai. Dagangan saya selalu habis," katanya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh para pedagang ikan. Sejak pindah ke Pasar Induk Pal 10, omzet dagangannya meningkat. "Semalam bisa habis 1,5 ton ikan lele dan patin," kata Bobi, pedagang ikan.

Konsumennya datang dari berbagai daerah seperti Muaro Jambi, Batanghari, dan Kota Jambi. "Kalau ikan kita datangkan dari Kumpeh," ujarnya.

Sementara Mega,  penjual sayur mengaku senang karena sekitar pukul 09.00 WIB malam dagangannya sudah habis terjual. Dirinya menjual beraneka ragam sayuran seperti Terong, Timun, Pare, dan lainnya. "Alhamdulillah selalu habis, dan tidak ada pungli disini," katanya.

Mulai aktifnya Pasar Induk Pal 10 juga berdampak pada Tukang Gerobak. Iwan, Salah seorang Tukang Gerobak mengaku mendapatkan omzet sebesar Rp200 ribu dalam waktu semalam. "Sama saja, karena kami sudah ada langganan," katanya.

Iwan mengaku, dalam sekali angkut terkadang dirinya diupah sebesar Rp20 hingga Rp30 ribu oleh agen. "Kadang-kadang Rp20 ribu, kadang ada juga yang ngasih Rp30 ribu, jadi dak tentu," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Jambi, Budidaya mengatakan, kondisi Pasar Induk Pal X sudah sepenuhnya lancar. Sebanyak 95 persen agen dan sub agen sudah pindah. "Yang terpenting adalah pedagang sudah mau pindah, kedepan akan kita atur supaya lebih tertib," katanya.

Budidaya juga mengatakan, selama 3 bulan kedepan, pemerintah Kota Jambi tidak akan memungut biaya apapun dari pedagang yang berjualan di pasar induk. Hal itu sudah menjadi komitmen pemerintah Kota Jambi agar pedagang dapat berjalan dengan nyaman dan aman. "Disini juga ada petugas yang terus berjaga, agar tidak terjadi sesuatu hal, baik premanisme dan lainnya," pungkasnya. (hfz)


Berita Terkait



add images