iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Kendala investasi yang terjadi di Jambi karena kondisi ekonomi dunia dan kondisi ekonomi dalam negeri kurang tumbuh.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Jambi, Imron Rosyadi mengatakan, banyak investor yang melihat progres ekonomi terlebih dahulu sebelum berinvestasi.

Meski ekonomi dunia kurang tumbuh, tapi, investasi pada 2017 tetap lancar. Itu ditandai dengan tercapainya target nilai investasi yang melebihi target yang ditetapkan. Target investasi 2017 sebesar Rp 4,3 triliun. Jika dihitung melalui penghitungan secara manual, telah melebihi target.

Angka pasti masih menunggu data resmi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 20 Januari 2018 mendatang, akunya.

Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan investasi pada 2018 sebesar Rp 4,7 triliun sesuai dengan target RPJMD Provinsi Jambi 2016-2021 yang difokuskan pada semua sektor, salah satunya sektor industri.

Lanjut, Imron, target nilai investasi 2018 itu naik 10 persen dari tahun 2017 sebesar Rp 4,3 T. Pemprov Jambi konsen mendorong investasi sektor industry. Sektor ini ada, di semua wilayah Jambi, terlebih lagi wilayah Timur yang menjadi outlet distribusi produk unggulan daerah Jambi.

Karena daerah tersebut sudah ditetapkan sebagai kawasan strategis Provinsi Jambi, pungkasnya. (nur)


Berita Terkait



add images