JawaPos.com - Pada Juni 2018 nanti, pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak akan dilakukan di 171 provinsi, kabupaten, dan kota. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mau memberikan catatan khusus kepada pemerintah.
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan, tidak bisa dilupakan kalau tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik. Risiko politik yang terdapat dalam Pilkada serentak di 171 titik akan mempunyai dampak yang besar.
"Ini akan berdampak terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban," ujar Jazuli dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (1/1).
Oleh sebab itu, Žpemerintah harus bisa menjamin pelaksanaan Pilkada tersebut berjalan dengan lancar dan tertib. Sebab apabila di tahun 2018 dan 2019 gaduh, sudah pasti investor akan menahan diri untuk berinvestasi di Indonesia.
"Para investor akan menahan diri untuk berinvestasi pada tahun 2018, hingga kondisi politik benar-benar stabil," katanya.
Dengan kondisi tersebut, ungkap Jazuli, akan berdampak terhadap arus investasi yang akan tertahan. Sehingga pencapaian target ekonomi di Indonesia akan sulit tercapai.
"Ini ditakutkan menyebabkan pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen akan sulit untuk tercapai,"ujarnya.
(gwn/JPC)
Sumber: www.jawapos.com
