JawaPos.com - Setiap orang memiliki resolusi atau harapannya di tahun baru 2018. Tak terkecuali Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Sebagai pimpinan di lembaga antirasuah, dia berharap di tahun 2018 ini indeks persepsi korupsi atau Corruption Perceptions Index (CPI) Indonesia naik dari tahun ini. "Paling tidak bisa 41 lah. Lalu bisa mengejar tahun 2019 jadi 47 atau 50 (release 2020)," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (1/1).
Tentu ada banyak hal yang perlu dilakukan semua pihak bukan hanya KPK untuk meraih angka tersebut. Sebab, pencegahan atau pemahaman masyarakat tentang korupsi bukan hanya tanggung jawab KPK. Namun, seluruh pihak.
Apalagi, tahun 2018 memasuki tahun politik. Selain akan digelar Pilkada serentak di 171 daerah, tahapan Pemilu presiden dan legislatif pun akan dimulai.
Menghadapi itu, KPK katanya, akan terus melakukan koordinasi, supervisi, koordinasi, dan monitoring dalam pendekatan serta pencegahan terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi.
Mereka juga mengajak partai politik untuk terus menjaga integritas supaya menjadi bagian dari membangun CPI tadi. "Tentunya juga akan lanjut melakukan penindakan sesuai kewenangan yang dimiliki oleh KPK," tambah Saut.
Namun dia berharap semua pihak menekan perilaku korup. Mulai dari korupsi uang hingga waktu. "Agar, kita oleh bangsa asing tidak lagi dinilai sebagai tidak dapat membedakan milik pribadi dan milik publik, gadaikan posisi, swasta ke swasta, kejahatan ekonomi lainya yang berawal dari perilaku transaksional," pungkas Saut.
(dna/JPC)
Sumber: www.jawapos.com
