JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Moda Transportasi Terintegrasi Trans Siginjai diuji coba oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jambi bekerja sama dengan Perum Damri.
Namun sayangnya, Halte yang dibangun ini tidak dapat digunakan atau dilalui oleh pengguna kursi roda. Selain halte kurang lebar, perantara dari halte untuk masuk ke bus juga tidak ada.
Raut wajah kecewa terlihat dari Joni Iskandar, penyandang disabilitas yang hendak turut serta menikmati Trans Siginjai di halte yang berada di Jalan Pattimura. Sayo cuma pingin ikut nyoba bae, akunya.
Tak dapat memaksa, akhirnya Ia harus rela tidak dapat menikmati moda trasportasi umum yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jambi itu.
Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Gus Hendra mengatakan, beberapa kekurangan masih ditemui pada uji coba tranportasi masal ini, kekurangan nantinya akan diperbaiki sebelum launching.
Gushendra mengatakan, space untuk pengguna kursi roda telah disediakan, dan halte yang dibuat sudah sesuai dengan ukuran kursi roda. Halte itu lebarnya 80 cm, sementara kursi roda sekitar 50 sapai 60 cm, katanya.
Menurutnya, itu sudah menjadi standar pembangunan halte. Ia mengakui dari uji coba ini masih ada beberapa perbaikan lagi dan akan dilaporkan ke Kepala Dinas. (nur)
