iklan Orasi Penyampain tuntun aksi.
Orasi Penyampain tuntun aksi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Doa bersama dan aksi yg di lakukan depan kantor PW NU yang terbagung dalam PMII, GP Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU 

Aksi tersebut sebagai bentuk kecaman keras KBNU Jambi terhadap pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, menggantikan Tel Aviv. Padahal, saat ini Yerusalem merupakan ibu kota Palestina.

Aksi tersebut di gelar pukul 15.00 wib, setelah sebelumnya melakukan doa bersama

"Koordinator aksi Irwan menyebutkan beberapa tuntutan dalam aksi tersebut:

1. Mengecam keputusan presiden Tump terkait yarusalem ibu kota israel
2. Mendukung pemerintah Indonesia untuk segera memberi tekanan kepada Amerika serikat agar mencabut keputusan kontroversinya
3. Mengawal keputusan OKI (Organisasi kerjasama Islam) untuk melakukan langkah politik diplomatik yang tegas agar menolak keputusan Trump

"Salah seorang Aktivis PMII Jambi, Randi Syaputra mengatakan Penentangan terhadap gagasan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel sudah ditentang banyak pihak karena diperkirakan akan menimbulkan konflik baru.

"Yerusalem Timur sangat penting bukan hanya bagi Palestina tetapi juga bagi dunia Islam karena di situ ada Masjidil Al Aqsa yang diyakini oleh kaum Muslimin sebagai tempat bertolak Nabi Muhammad ke langit atau miraj Nabi Muhammad ke langit," jelas ketua Forum diskusi Kader dan Anggota Pergerakan PMII Tersebut
hal ini akan juga mempengaruhi dunia Islam apabila mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem maka harapan Palestina untuk mendirikan ibu kota Paletina di Yerusalem Timur akan hilang.

Pasalnya, Israel akan mendapat legitimasi dari Amerika Serikat untuk mempercepat hal yang ia sebut yahudinisasi di Yerusalem Timur dan bisa jadi orang-orang Palestina yang tersisa di kota tua itu akan disingkirkan dari sana. Sehingga Yerusalem secara keseluruhan akan menjadi ibu kota orang Yahudi, dan dari segi keamanan akan lebih terjamin kalau orang Palestina tidak ada lagi, pungkasnya.(w4n)


Berita Terkait



add images