iklan Para guru saat berada di salah satu ruangan praktikum Fisika di Helena College kemarin (29/11).
Para guru saat berada di salah satu ruangan praktikum Fisika di Helena College kemarin (29/11).

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Perjalanan rombongan Guru Favorit Jambi Ekspres Rabu (29/11) dimulai dengan mengunjungi Hellena College, salah satu sekolah terbaik di Perth, Australia Barat. Berikut laporannya

Wartawan Jambi Ekspres dan Jambi Update, Pirma Sartria-M Ridwan, Australia

HARI masih pagi betul, tapi matahari sudah muncul dari balik embun, padahal jam masih menunjukkan pukul 04.55 waktu Perth. Kalau di Indonesia, khususnya di Jambi, mentari masih berada di peraduan. Hanya gurat-guratannya saja sebagai tanda kemunculannya  yang kentara, sementara cahayanya baru akan muncul 30 sampai 1 jam ke depan.
Itulah Perth. Pukul 18.30 masih terang benderang, sepertinya gelap lebih pendek.

Pagi ini, 8 orang juara Guru Favorit Jambi Ekspres dijadwalkan berkunjung ke Hellena College  yang beralamat di 52 Bilgoman Rd, Glen Forrest WA 6071, Perth.

Hellena College merupakan salah satu sekolah terbaik di Australia Barat. Tepat pukul 09.00 pagi waktu Perth, rombongan sudah dijemput oleh trafel. Tidak hanya itu, Widya Sinedu Consul dari KJRI Perth bersama stafnya Safari Hidayat ikut mendampingi.

"Selamat pagi, kita ditunggu di Hellena College pukul 10 pagi ini," sapa Widya dengan ramah. 
Rombongan kemudian beranjak dari Baileys Hotel 134 Adelaide Terrace, East Perth, WA, 6892, Australia.

 Pak Nai yang menyopiri mobil rombongan guru favorit sepertinya begitu mengenal Kota Perth. Di sepanjang perjalanan, ia bercerita mengenai Perth dan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan para guru. "Saya baru di sini. Baru 17 tahun," ujarnya berseloroh.

Pak Nai aslinya dari Lhoksmawe, Nangroe Aceh Darussalam. Ia sudah 17 tahun bekerja di Perth. Kelurganya pun sudah diboyong ke Perth. "Tapi saya tetap cinta Indonesia. Saya memperpanjang visa setiap 5 tahun sekali," ujarnya.

Sekitat 25 menit perjalanan, kami akhirnya sampai di Hellena College. Kesan pertama, ini sekolah alam. Begitu natural.  Pasalnya, dari luar terlihat jelas pohon-pohon besar mengelilingi sekolah. Begitu nyaman, sejuk dan asri.  Bahkan, di sisi kanan dan kiri jalan pohon-pohon besar dibiarkan tumbuh.

Di halaman depan, rombongan sudah ditunggu oleg salah seorang guru, Danielle Home. Dia ternyata seorang guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. O..ya, di sekolah ini, Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran pilihan di sekolah tersebut.

"Selamat datang di sekolah kami. Silakan masuk," katanya menyambut kedatangan guru favorit. Di dalam ruangan meeting, berbagai hidangan sudah menunggu rombongan. Buah-buahan dan cemilan, plus berbagai minuman hangat dan dingin sudah menunggu.

Tidak lama kemudian, Principle (Kepala Sekolah)  Ian Lane datang menemui rombongan. Ia datang bersama salah seorang guru lainnya bernama Jeremy. Jeremy juga ternyata guru Bahasa Indonesia.

Dalam diskusi dengan rombongan guru favorit, Ian mengatakan, selain mempelajari Bahasa Indonesia, sekolah Helena College juga mempelajari alat musik gamelan.
"Ada kelas khusus gamelan, selain kelas Bahasa Indonesia," katanya.

Ian mengatakan, murid-murid sekolah ini juga ada dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Begitu pula guru-guru, ada juga dari Afrika Selatan, Selandia Baru dan beberapa negara Eropa lainnya," jelas Ian.

Ian berterima kasih atas kunjungab dari para guru ke sekolah ini. Ia tidak bisa mendampingi para guru mengelilingi sekolah karena masih ada tugas penting.

Usai penyambutan, guru-guru kemudian diajak berkeliling sekolah dengan di dampingi oleh Jeremy dan Danielle.

Menurut Jeremy, di sekolah ini, setiap Minggu siswa belajar 20 jam pelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia dianggap penting di sini.

"Cukup banyak peminatnya, makanya Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran pilihan," ujarnya.

Untuk jam sekolah, kata Jeremy, mulai pukul 08.20 hingga pukul 15.00 sore. Sabtu dan Minggu libur. "Malam tidak ada  aktivitas lagi. Tidak ada siswa yang menginap di asrama, semua pulang ke rumah," katanya. (bersambung)


Berita Terkait



add images