JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Hari raya idul fitri yang akan tiba sangat dirundukan oleh semua umat muslim di seluruh dunia. Alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil berkumandang menandakan datangnya hari kemenangan.
Suasana hari raya Idul fitri yang sahdu ini juga sangat dirindukan oleh keluarga Sutan Adil Hendra (SAH). Bagi anggota DPR RI itu hari raya Idul Fitri merupakan momentum untuk kembali suci serta mensyukuri nikmat Allah SWT.
"Hari raya idul fitri merupakan momentum untuk kembali suci dan memperbanyak rasa syukur pada Allah SWT, serta menjadikannya sebagai pemacu semangat ataupun tekad untuk membangun kehidupan yang lebih baik di hari - hari mendatang," ungkap SAH
Terkait akan kegembiraan ini SAH mengatakan berbagai tradisi yang dilakukan masyarakat dalam menyambut hari raya seperti pawai obor, takbir keliling, maupun kembang api merupakan wujud kebahagian yang harus dimaknai positip.
"Berbagai tradisi tersebut merupakan manifestasi kebahagian setelah berhasil memenangi ibadah puasa sebulan penuh," tambahnya.
Ekpresi kegembiraan tersebut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang harus dinilai positip oleh semua pihak termasuk pemerintah.
"Saya termasuk orang yang merasa aneh jika pemerintah melarang acara takbir keliling untuk merayakan kemenangan," ungkapnya.
Karena menurut tokoh yang lama nyantri di pondok pesantren purba baru Tapsel tersebut takbir keliling merupakan bentuk ekspresi kegembiraan yang tidak perlu dilarang.
Hanya saja memang koordinasi dengan aparat keamanan perlu dilakukan sebaik mungkin, agar tidak terjadi keinginan yang tidak diinginkan, tandasnya. (*/wan)
