iklan Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH).
Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH).

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Anggota DPR RI dari Fraksi partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) meminta semua pihak menghentikan semua provokasi yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI.

Pernyataan ini SAH sampaikan ketika menghadiri acara rapat paripurna HUT Kota Jambi ke 71 di gedung DPRD Kota baru (17/5) kemarin.

Menurutnya pasca penetapan vonis 2 tahun penjara kepada Gubernur DKI Jakarta non aktip Basuki Tjahaya Purnama (BTP) atas kasus penistaan agama banyak kejadian intoleransi yang harus kita sikapi agar persatuan terus hadir di bumi nusantara.

" Seluruh elemen bangsa harus saling mengingatkan untuk menjaga keutuhan NKRI, apalagi besok masuk ramadhan dimana umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa. "

Salah satu caranya dengan tidak memperuncing isu SARA yang belakangan muncul kepermukaan.

Menurutnya kasus penolakan kedatangan wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah yang sampai menerobos keamanan bandara di Manado merupakan hal yang sangat memprihatinkan.

" Betul pak Fahri Hamzah bukanlah pendukung Ahok di pilkada DKI kemarin, tetapi dalam catatan saya beliau tidak pernah menyerang keyakinan orang lain apalagi etnis tertentu, jadi kenapa beliau harus ditolak sampai di intimadasi sedemikian keras. "

Berkaca dari kasus ini SAH mengajak mari kita semua menghentikan segala bentuk provokasi yang bisa mengancam keutuhan NKRI.

" Mari kita lupakan perbedaan, kita rajut kembali persaudaraan sebagai satu bangsa dengan saling memaafkan, ujar pimpinan komisi pendidikan DPR RI itu. "

Selanjutnya SAH meminta semua anak bangsa melihat kasus ini sebagai pembelajaran untuk kita lebih saling mengenal menghormati satu sama lain.

Provokasi di media sosial tak usah kita lakukan, atraksi lilin di jalanan juga dihentikan, sebaran kebencian harus kita hindari.

Karena jika provokasi ini berlanjut resiko kebangsaan yang harus kita tanggung sangat besar, untuk itu mari kita sama - sama menahan diri, harap SAH.(*/wan)


Berita Terkait



add images