JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Ribuan petani dari 8 Kecamatan yakni Air Hangat Timur, Air Hangat Barat, Air Hangat, Depati VII, Kumun Debai, Hamparan Rawan, Pesisir Bukit, dan Tanah Kampung yang berkebun di wilayah Adat Depati Muara Langkap, Kecamatan Batang Merangin, Selasa (7/2) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kerinci.
Izhar Ibrahim, warga Semurup, Kecamatan Air Hangat, selaku Korlap mengatakan, aksi ribuan massa petani tersebut dilakukan karena mereka akan diusir oleh Depati Muara Langkap Tamiai, Kecamatan Batang Merangin.
"Kami minta agar Surat lembaga adat Depati Muaro Langkap, yang isinya petani diberikan waktu 3 bulan untuk mengambil hasil pertanian mereka, agar segera dibatalkan. Karena putusan ini merugikan pihak peladang di Kecamatan Batang merangin," tegasnya.
Dirinya juga meminta kepada anggota Dewan, agar menyurati Bupati Kerinci Adirozal, untuk hadir langsung saat rapat penyelesaian selanjutnya.
"Kami minta Bupati hadir langsung, karna ini merupakan permasalahan besar, jangan sampai diwakilkan," tegasnya. (adi)
