iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Sudah hampir tiga bulan, buah pinang milik petani mengalami penurunan (ngetrek,red). ŽPasalnya, meningkatnya intensitas curah hujan, membuat putik pinang yang baru keluar berguguran. Sehingga hasil panen pinang berkurang, bahkan nyaris tidak ada sama sekali dalam sebulan.

Padahal, salah satu komoditas hasil perkebunan yang diandalkan masyarakat di Kecamatan Mendahara adalah pinang, dengan menurunya hasil panen pinang, membuat perekonomian sebagian masyarakat petani pinang menurun.

Edo salah seorang petani pinang, mengatakan, menurunya hasil panen pinang membuat perekonomian kami (petani pinang,red) melemah. Apalagi, selama ini yang menjadi andalan petani, selain kelapa, buah pinang.

Kalau kelapa kita nunggu tiga bulan sekali, tapi kalau pinang sebulan sekali kita sdah bisa memanen dan menjualnya,ungkap Edo.

Dilain tempat, Adam salah seorang pedagang, juga mengeluhkan kondisi saat ini (hasill pinang menurun,red). Pasalnya, dengan menurunya hasil produksi pinang, membuat perputaran ekonomi di pasaŽr mengalami penurunan.

"Biasanya, dalam sehari, kalau buah pinang tidak menurun, saya berjualan bisa mendapat 300-500 ribu, tapi semenjak hasil pening menurun sehari hanya bisa 100-150ribu,"pungkasnya. (cr1)


Berita Terkait



add images