JAMBIUPDATE.CO, MUARABUNGO Langsung turun kelapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, memang menjadi kebiasaan Bupati Bungo H Mashuri. Di hari libur kemarin, Mashuri turun ke Limbur Lubuk Mengkuang. Sejumlah agenda dilakukan di penghujung negeri bumi langkah serentak limbai seayun itu.
Tak hanya sendirian, Mashuri juga mengajak serta istri Hj Verawaty Mashuri. Setelah mendengarkan aspirasi masyarakat, Mashuri bersama komunitas adventure, Muara Bungo Adventure Trail (Mbat) mengeksplore potensi wisata di Limbur Lubuk Mengkuang.
Dari Bungo, Bupati dan rombongan melaju menggunakan motor trail menuju Limbur. Trek aspal dan tanah dari Bungo, Leban dan berakhir di SP6 Sekar Mengkuang Limbur Lubuk Mengkuang. Kurang lebih 5 jam Bupati dan anggota Mbat menelusuri trek panjang hingga akhirnya finis di Limbur Lubuk Mengkuang.
Di SP6, Mashuri meresmikan penggunaan gedung serba guna Rio Bungsu. Usai peresmian, pertandingan eksibisi juga dilakukan yang melibatkan Mashuri dan partner melawan tim dari Limbur Lubuk Mengkuang dan disaksikan ribuan warga.
Usai acara itu, Mashuri dan rombongan menuju Dusun Muara Tebo Pandak. Bersama puluhan anggota Mbat, Mashuri memilih lokasi ini untuk menghabiskan malam. Tepat di pinggir sungai, tenda didirikan. Hiburan juga disediakan. Dan pagi harinya, Mashuri yang juga ketua dewan pembina MBAT mengukuhkan anak ranting Mbat yang ke 10 dan 11, yaitu Kilat dan Lumat.
Hadir di acara ini, ketua umum Mbat M Hasbi, pembina Mbat Mursidi dan Dandim 0416/Bute Edy Budiman. Dalam sambutannya, Mashuri mengharapkan agar komunitas ini bukan hanya sekedar wadah sesama penyuka adventure, tapi lebih dari itu dia berharap agar komunitas ini bermanfaat bagi masyarakat.
Komunitas ini harus bermanfaat bagi masyarakat. Apa yang sudah kita lakukan harus ditingkatkan agar bisa lebih berguna di tengah masyarakat, sebut Mashuri.
Usai pengukuhan anak ranting Mbat, Hamas langsung membuka lubuk larangan di lokasi yang sama. Tak selang lama, Hamas dan rombongan langsung melakukan turing wisata. Perjalanan di medan terjal dilibas. Menggunakan motor trail, Hamas menggeber motor berjam-jam hingga akhirnya bisa sampai di air terjun Pamunyian.
Alhamdulilah, kita sampai di lokasi. Ya memang agak berat medannya. Treknya basah jadi agak terkendala. Mobil saya rasa tak bisa masuk. Ini jadi perhatian dan kita punya pandangan beberapa tahun mendatang dengan potensi ini. Untuk sampai di lokasi, kita juga harus turun dan jalan kaki lumayan lama. Tapi alhamdulilah, semua terbayar. Sangat eksotis. Luar biasa, tutur Hamas.
Selain ke objek wisata di Pamunyian, Hamas dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju air terjun Renah Sungai Besar. Rombongan akhirnya bertolak ke Bungo usai magrib.(Cr02)
