iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARA BUNGO Tahun 2017 ini menjadi awal yang baik untuk pemerintahan dusun. Keinginan H Mashuri, Bupati Bungo untuk menggerakkan pembangunan mulai dari dusun nampaknya akan terwujud dengan baik. Saat ini, alokasi dana untuk dusun meningkat tajam di era kepemimpinan Hamas Apri.

Mashuri mengungkapkan besarnya anggaran dari tahun ke tahun meningkat signifikan. Tahun ini, selain realisasi janji politik Hamas-Apri berupa Gerakan Dusun Membangun (GDM) Rp 250 juta, juga ada dana desa (DD) yang bersumber dari APBN sebesar Rp 109 milyar untuk 141 dusun.

Angka itu naik dari tahun 2016 lalu sebesar Rp 86 milyar. Setiap desa menerima DD berkisar antara Rp 800 juta hingga Rp 1 milyar. Kemudian ada alokasi dana desa (ADD) yang juga meningkat dari tahun lalu. Tahun ini ADD ada Rp 71 milyar naik hampir 100 persen dari tahun lalu yang berada di angka Rp 43 milyar.

Setiap dusun rata-rata menerima Rp 500 juta hingga Rp 700 juta. Dengan anggaran sebesar itu, Mashuri meminta agar seluruh Rio membuka kantornya di setiap dusun. Dia mengatakan, tak ada alasan lagi bagi Rio untuk tak memfungsikan kantor Rio di masing-masing dusunnya.

Tak hanya itu, Mashuri juga sedang mengkaji kenaikan gaji para Rio. Minimal gajinya nanti akan sama dengan upah minimum provinsi (UMP). Gaji saat ini yang berkisar di angka Rp 1.5 juta, dia berharap bisa naik hingga di angka Rp 2 juta. Gaji BPD dan perangkat juga akan menyesuaikan.

Jadi tak ada alasan bagi Rio tak buka kantornya. Soal anggaran yang besar di dusun, Rio jangan tertawa senang. Hati-hati menggunakan anggaran. Jangan sampai menjadi persoalan, ucap Mashuri.

Tak hanya itu, Mashuri juga mengatakan, tahun ini anggaran untuk Limbur Lubuk Mengkuang yang digelontorkan APBD Bungo sebesar Rp 8 miliar lebih. Anggaran itu untuk pembangunan fisik berupa jalan.

Saya tahu kondisi di Limbur ini. Tentu kita bangun bertahap. Tahun ini ada 8 miliar. Itu untuk memperbaiki akses antar dusun dan antar kecamatan, jelas Mashuri.(Cr02)


Berita Terkait



add images