iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Setelah mendapat Hak Paten atas Kopi Arabika Kerinci, ternyata belum menjamin produksi Kopi Arabika di Kerinci menjadi lebih baik. Pasalnya, hingga saat ini pihak Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan belum bisa mengeksport kopi arabika ke luar negeri.

Hal ini dikarenakan belum mampunya Kabupaten Kerinci dalam memenuhi kebutuhan dari eksportir untuk kopi Arabika. Sebab, kebutuhan akan eksportir yang sangat besar yakni 200 ton per bulan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kerinci, Efrawadi membenarkan, secara garis besar, kopi arabika Kerinci sudah dikenal dan sudah dipatenkan, bahkan saat ini kopi arabika diminati pemerintah dan masyarakat Sumatera Utara.

Namun untuk ekspor, Kabupaten Kerinci belum bisa melaksanakannya, dikarenakan ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dari eksportir yang terbilang sangat besar perbulannya.

"Permintaan dari daerah lain ke kita 200 ton kopi arabika perbulannya, kita hanya  mampu memenuhi 30 ton perbulan, makanya untuk ekspor belum bisa," ungkapnya. (adi)


Berita Terkait



add images