iklan Warga protes ke PLN rayon muara bulian karena tagihan membengkak.
Warga protes ke PLN rayon muara bulian karena tagihan membengkak.

JAMBIUPDATE.CO, BATANGHARI-  Kepala PLN Rayon Muara Bulian, Arlin Jihar Sihombing, mengakui bahwa  telah terjadi perselisihan tagihan antara rekening dan meteran pelanggan.

Hal ini menanggapi adanya keluhan pelanggan Achmad, warga Rt 02 Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, mengamuk kepada pihak PLN rayon Muara Bulian, karena merasa tagihan pembayaran listrik membengkak hingga mencapai Rp 8 juta.

Menurutnya, kekeliruan ini lantaran metode pengecekan terdahulu masih menggunakan sistem manual.

"Ada kekeliruan sistem, sehingga terjadi selisih antara data rekening tagihan dengan meteran pelanggan, karena selama ini metode pengecekan secara manual," ungkapnya kepada awak media.

"Sementara dalam satu tahun belakangan ini metode pengecekan baru menggunakan alat atau di foto," pungkasnya. (via)


Berita Terkait



add images