iklan Terlihat warga mengambil ikan mabuk di Danau Kerinci beberapa waktu lalu.
Terlihat warga mengambil ikan mabuk di Danau Kerinci beberapa waktu lalu.

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Para nelayan di danau Kerinci saat ini mengeluh, karena tangkapan nelayan di danau Kerinci menurun drastis dari biasanya. Tak ada yang mengetahui pasti penyebabnya, namun banyak nelayan mengungkapkan ini terjadi setelah ikan didanau kerinci banyak yang mati.

Seorang nelayan di desa Koto Petai, Kecamatan Danau Kerinci mengatakan sudah tiga hari memasang jaring ikan di danau, namun hasilnya turun drastis. "Setelah kejadian ikan mabuk, tangkapan turun drastis. Sehari paling satu kilogram, kadang tidak dapat," kata Ihsan seorang nelayan setempat kemarin (23/12).

Berkurangnya tangkapan ikan didanau kerinci membuat harga dipasaran naik. Seperti harga ikan yang biasa dibawa pedagang ke desa dari biasanya Rp 30 ribu perkilogram, saat ini harga ikan nila dijual Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu perkilogram. Itu pun tidak setiap hari pedagang menjual ikan. 

Terpisah Kadis Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kerinci, Safrudin mengakui tangkapan nelayan berkurang. Menurutnya kejadian ikan mati membuat nelayan sulit mendapat ikan. Selain nelayan, namun petani ikan keramba juga mengalami kerugian besar. "Iya banyak ikan yang mati, data kita lebih 5 ton ikan mati. Ini membuat ikan berkurang, jadi nelayan susah mendapatnya," ungkapnya.

Saprudin mengatakam hal ini akan terjadi beberapa bulan kedepan. Setelah itu kondisi akan kembali normal. "Produksi ikan menurun jadinya, Ini siklus tahunan. Tapi nanti ikan berkembang lagi," pungkasnya. (Adi)


Berita Terkait



add images