iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Pemerintah Provinsi Jambi mendapat jatah Rp 13,5 Triliun dari dana transfer Pemerintah Pusat. Dana belasan triliun ini tidak semuanya untuk Pemprov Jambi, tetapi juga akan ditransfer ke seluruh Kabupaten/Kota.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jambi, Rinaldi mengatakan, dana itu rinciannya DAU murni Rp7,9 T. DAU kurang bayar Rp 186 M. DAK fisik Rp 986 M. Dak non fisik Rp 1,7 T. Dana Desa Rp 1,09 T. Dana Insentif Daerah (DID) Rp 64 M.

DAU murni Pemerintah Provinsi Jambi mendapat jatah Rp 1,3 T. Kabupaten/Kota yang paling tinggi ialah Merangin sebesar Rp 729 M, ujarnya.

Selanjutnya, disusul Kota Jambi Rp 727 M. Kemudian, Kabupaten Muaro Jambi Rp 681 M. Setelah itu Kabupaten Bungo Rp 641 M dan dilanjutkan Kabupaten Batanghari Rp 611 M.

Kerinci hanya Rp 594 M. Sarolangun Rp 588 M. Tebo mendapat jatah Rp 587 M. Tanjungjabung Timur Rp 537 M. Kabupaten Tanjungjabung Barat senilai Rp 511 M.

Yang paling kecil ialah Kota Sungai Penuh Rp 425 M, akunya.

Untuk DAK fisik Jambi mendapat jatah sebesar Rp 986 M dan non fisik Rp 1.7 T. Total itu dialokasikan ke Pemprov Jambi Rp 191 M untuk DAK fisik dan Rp 776 M non fisik. Kabupaten Batanghari DAK fisik Rp 59 M, non fisik Rp 91 M. Kabupaten Bungo DAK fisik Rp 112 M dan non fisik Rp 89 M.

Kerinci dak fisik Rp 79 M dan non fisik Rp 83 M. Merangin DAK fisik Rp 87 M dan Rp 117 M non fisik. Kabupaten Muaro Jambi DAK fisik Rp 63 M dan non fisik sebesar Rp 109 M. Sarolangun DAK fisik Rp 71 M dan non fisik Rp 81 M. Tanjungjabung Barat Rp 55 M dan non fisik Rp 80 M. Tanjungjabung Timur Rp 67 M untuk DAK fisik dan Rp 84 M untuk belanja non fisik. Tebo Rp 50 M untuk DAK fisik dan Rp 88 M untuk non fisik.

Kota Jambi Rp 93 M DAK fisik dan Rp 140 M untuk non fisik. Kota Sungai Penuh Rp 54 M dan Rp 42 M, akunya.

Di 2017 nanti juga akan ada pembayaran DAU kurang bayar di 2016. Yaitu Provinsi Jambi, Muaro Jambi, Batanghari dan Kabupaten Tanjungjabung Barat.

Pemprov Jambi Rp 96 M, Muaro Jambi Rp 39 M, Batanghari Rp 22 M dan Rp 27 M untuk Kabupaten Tanjungjabung Barat. (cr1)


Berita Terkait



add images