iklan Tenaga Ahli Pemberdayaan Ekonomi Kabupaten Muarojambi, Muammar dan Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar Muarojambi, Heru pergi melakukan survey BUMDesa terdekat.
Tenaga Ahli Pemberdayaan Ekonomi Kabupaten Muarojambi, Muammar dan Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar Muarojambi, Heru pergi melakukan survey BUMDesa terdekat.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Menjelang kedatangan Staf Ahli Kementerian Desa dan PDT, Sabtu (5/11) di acara Jambore Masyarakat Gambut di GOR Kota Baru Jambi, saya disarankan Kabid Kepala Bidang Kelembagaan dan Usaha Masyarakat BPMPP Provinsi Jambi, Abdurrahman Sayuti melakukan survei keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) yang terdekat dengan kota Jambi. Ini untuk mengantisipasi jika ada permintaan staf ahli kementerian mau berkunjung ke BUMDesa. Kemarin (4/11) saya ditemani Tenaga Ahli Pemberdayaan Ekonomi Kabupaten Muarojambi, Muammar dan Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar Muarojambi, Heru pergi melakukan survey BUMDesa terdekat.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam dari kota Jambi, saya bersama dengan TA kabupaten tiba di BUMDesa Sumber Rezeki tersebut. BUMDesa ini terletak di Desa Kasang Kota Karang, Kumpe Ulu, Muarojambi.

BUMDesa ini berdiri 25 Oktober 2016 dengan modal awal Rp. 50 juta, dan kini memiliki usaha perdagangan pupuk, penyewaan tenda dan hand tractor. Dari usaha pupuk, sehari berhasil kami jual Rp. 800 ribu. Ini belum penyewaan tenda dan handtracktor yang dulunya berasal dari Gapoktan yang diserahkan ke BUMDes, ungkap Kades Kasang Kota Karang, Sugiarto.

Besarnyo omzet yang dimiliki unit usaha perdagangan pupuk ini, membuat sang Kades semakin optimis menatap usahanya kedepan. Terlebih secara legalitas, BUMDesa yang berdiri dengan Perdes No 5 Tahun 2015 dan SK Pengurus No 8 Tahun 2016 sudah memiliki kepengurusan yang lengkap. Pengurus BUMDesa berbeda dengan staf desa, kita pilih betul-betul dari orang professional, ucapnya kemarin, yang juga turut disaksikan Kasi PMD dan Kasi Pemerintahan Kecamatan Kumpeh Ulu.

Dengan segala kemampuan yang ada, Kades berencana akan membuka usaha jasa pengurusan izin, perkreditan dan lain-lain. Saya selaku Tenaga Ahli Kredit Mikro Konsultan Pendamping Wilayah Jambi, bergembira melihat semangat pak Kades. Maklum, untuk membangun semangat kewirausahaan di kalangan birokrat desa itu merupakan tantangan. Mimpi mimpi Menteri Kemendes PDT, Eko Sandjojo satu desa satu produk harus diwujudkan lewat keberadaan BUMDesa ini. Jika aparat desanya sudah bersemangat dan mau mengalokasi APBDesnya untuk BUMDesa, mimpi pak menteri akan semakin muda terwujud. Kini saatnya desa berlomba-lomba mendirikan BUMDesa dengan memperhatikan potensi yang ada didesanya. Supaya BUMDesa akan semakin terasa keberadaannya bagi masyarakat. Selain untuk mengurangi pengangguran di desa, juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Bila PADes naik, sudah dipastikan APBDes pasti akan naik. Bila APBDes naik, program pembangunan di desa juga meningkat. Dan tentunya gaji pak Kades juga semakin naik. Sejahteralah desaku, Sejahteralah bangsaku. (Ditulis Tenaga Ahli Madya Kredit Mikro Kemendes PDT RI, di KPW Provinsi Jambi, Mohd Haramen SE ME.Sy).(pds)


Berita Terkait



add images