JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Harga komoditi andalan Jambi seperti karet dan sawit saat ini sedang anjlok. Untuk antisipasi itu, kopi bisa jadi alterntif komoditi yang menjadi andalan Pemerintah Provinsi Jambi. Karena harga kopi di Provinsi Jambi masih sangat stabil. Petani kopi juga makmur. Berbeda dengan petani karet dan sawit.
Putri Rainun, Kepala Bidang PPHP Dinas Perkebunan Provinsi Jambi mengatakan, komoditas kopi di Provinsi Jambi berjumlah 26.094 hektare dengan rincian 16.146 hektare siap panen, 6.820 ha merupakan tanaman muda dan 2.858 tanaman tua.
Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan hasil perkebunan di Jambi setelah karet, sawit dan pinang, katanya.
Untuk saat ini, harga jual kopi masih normal dengan kisaran harga Rp28 ribu per kilo untuk kopi robusta, Rp80 ribu per kilo untuk arabika. Dan Rp55 ribu perkilo untuk liberika. Dengan perawatan yang baik dan cara pemaneman yang sesuai dengan apa yang disosialisasikan oleh Dinas Perkebuna, kopi dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun, namun akan ada siklus puncaknya.
Jika pemanenan dilakukan dengan cara petik merah maka batang akan sehat dan mampu berbuah sepanjang tahun, jelasnya.
Dari hasil panen petani Jambi saat ini, penjualan kopi telah dilirik beberapa Negara, seperti Malaysia dan bebrapa Negara tetangga lainya, kopi asal Jambi mampu bersaing di pasaran Nasional. (cr1)
