JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Kampanye anti rokok terus disuarakan oleh pemerintah. Mulai dari naiknya harga, gambar seram di kotak rokok, hingga ke sosialisasi-sosialisasi bahaya rokok. Namun kenyataannya, sampai hari ini, kebiasaan itu masih sangat susah dihilangkan. Bagaimana dengan di Jambi?
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Andi Pada melalui Kabid Pemebedayaan Kesehatan Masyarakat (PKM), Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Oki Permana, mengatakan, di Jambi sendiri, angka perokok tergolong tinggi.
Data yang diperoleh, perokok aktiv di Jambi mencapai angka 22,9 persen, paling banyak berusia antara 30-34 tahun dengan jumlah persentase mencapai angka 34,1 persen, kemudian disusul warga berusia antara 55-59 tahun sebanyak 31,5 persen dan usia 35-39 tahun dengan jumlah persentase 30,7 persen.
Kemudian usia 40-44 tahun dengan persentase 29,3 persen, usia 50-54 tahun 29,1 persen, usia 25-29 tahun 28,3 persen, usia 20-24 ahun 21,9 persen, usia 15-19 tahun 8,9 persen dan terakhir usia 10-14 tahun 0,5 persen.
"Sedangkan jumlah batang rokok yang dihisap per hari mencapai angka 158.928 batang," ujarnya. (cr1)
