iklan Truk yang mengangkut batubara menuju Pelabuhan Talang Duku.
Truk yang mengangkut batubara menuju Pelabuhan Talang Duku.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Produksi batubara di beberapa wilayah di Provinsi Jambi 2016 mengalami penurunan sampai dengan Oktober. Produksi baru mencapai 4 juta ton. Jumlah itu jauh dari target yang telah ditetapkan 11,2 juta ton. Jika dibandingkan produksi di 2015, 6,5 juta ton juga menurun.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi melalui Kabid Pertambangan Umum A Salam Lubis mengatakan, pada saat menurunya produksi batubara ini, harga batubara mengalami peningkatan sejak beberapa bulan terakhir. Kenaikan berkisar di 24 sampai 25 dolar perton.

Sejak Mei harga merangkak naik hingga 2 dolar pertonnya, akunya. Hanya saja harga batubara di Jambi masih di bawah harga yang telah ditetapkan oleh Dirjen Minerba yang dikeluarkan dengan harga 59 dolar perton untuk batu bara yang memiliki jumlah kalori sebanyak 6232 kkal/kg.

Menurunnya jumlah produksi batubara dikarenakan permintaan batubara Jambi yang mengalami penurunan. Kalau persediaan masih ada, hanya saja pemegang izin itu sukontrak dengan pemebeli batubara, jika tidak ada kontrak, maka mereka tidak bekerja, jelasnya.

Lanjutnya, ada 21 Izin Usaha Pertambangan (IUP) batubara di Provinsi Jambi. Namun hanya 11 perusahaan yang diandalkan produksinya.

Di tengah kondisi harga batubara yang perlahan membaik, kita berharap perusahaan bisa berproduksi lebih meningkat lagi, ujarnya.

Salam mengungkapkan, produksi batubara di pasok dari beberapa Kabupaten, yakni, Sarolangun, Bungo, Tebo, Muarojambi dan Batanghari. Sementara untuk di Merangin dan Tanjung Jabung Barat belum diberikan jatah produksi karena belum ada perusahaan pemegang IUP operasi produksi. (cr1)


Berita Terkait



add images