JAMBIUDATE.CO, JAMBI - Terkait aksi protes masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jambi Peduli Listrik (AMJPL) di kawasan Kantor Gubernur Jambi, Minggu (25/9), Manager PLN Area Jambi, Joni, mengaku tidak mempermasalahkan adanya aksi tersebut.
Joni mengatakan, masayarakat yang melakukan orasi mengenai permasalahan listrik di Jambi, merupakan aspirasi dari masyarakat untuk menjadi acuan evaluasi kedepannya.
BACA JUGA : PLN Jambi Dinilai Hanya Bisa Menagih, Tapi Tak Bisa Melayani
Dikatakan Joni, saat ini PLN di Sumatra sistemnya interkonneksi, jadi yang mengatur adalah pusat pengatur beban yang adanya di Riau. "Satu Sumatera ini pengaturnya ada di PLN P3B Riau," katanya
Karena sudah greet, kata Joni, jika terjadi
Gangunan di suatu wilyah, maka dampaknya yerjadi kepada wilayah lain. "Misalnya di Palembang ada gangguan pembangkit, kita di Provinsi lain Sumatra dibagi kuota padam. Jadi bukan kita bergantung pada Palembang, palembang aja juga ada padamnya," sebutnya.
Masalah yang terjadi sekarang, sebut Joni, ada beberapa pembangkit yang masih priode pemeliharaan. "Jadi belum bisa terpakai. Pemiliharaan itu tidak sebentar, bisa berbulan," ujarnya.
Selain itu, program 35 ribu mw pembangkit listrik diharapkan bisa berjalan lancar. "Kalau ini jalan tanpa halangan. Itu lah solusi jangka panjang. Itu program tahun lalu," pungkasnya. (Hfz)
