iklan Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Wacana calon tunggal semakin terbuka lebar di Pilkada Sarolangun Februari 2017 mendatang. Betapa tidak, partai politik (Parpol) satu persatu merapatkan barisan kepada pasangan calon incumbent Cek Endra (CE)-Hilallatil Badri.

Terakhir pasangan CE-Hilal  mendapatkan rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN) setelah sebelumnya juga mengantongi dukungan PDI-P, Golkar, PKS, PKB, NasDem dan PKPI. Bergabungnya PAN membuat pasangan ini berada di atas angin dengan mengantongi 23 dukungan dari 35 kursi di legislatif.

Padahal, sikap PAN begitu ditunggu dua kandidat lainnya yakni Maryadi Syarif dan Muhammad Madel yang selama ini diketahui mempunyai cerita manis pada Pilgub 2015. Tak ayal jika sikap PAN membuat keduanya semakin terjepit untuk tampil di hajatan demokrasi tahun depan.    

Meski begitu harapan masih terbuka, karena masih ada 9 kursi yang akan menjadi penentu siapa rival CE di Pilkada nanti. Dimana 9 kursi ini yakni PPP, Hanura dan Gerindra yang kini masih dalam tahap finalisasi di DPP.

Menyikapi ini pengamat politik Jambi, Muhammad Farisi menilai terdapat kegagalan partai dalam melahirkan figur terbaiknya. Dimana partai justru mengambil langkah aman dengan mendorong kandidat lain.   

"Sebenarnya ini harus menjadi bahan evaluasi bagi Parpol. Fornomena ini menunjukkan jika Parpol gagal dalam melahirkan kader terbaiknya. Tidak hanya di Sarolangun didaerah lain kelihatannya juga seperti itu," ujarnya.

Dosen Fisipol Universitas Jambi ini menyebutkan seharusnya Parpol mempersiapkan diri jauh sebelum pelaksanaan Pilkada dilakukan. Sehingga lebih memilki keleluasaan untuk mempersiapkan kader militan yang akan di dorong maju dari semua lini.

"Seharusnya partai bisa mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Artinya partai nemilki kesempatan untuk melihat ruang untuk kadernya," katanya.

Meskipun begitu, Farisi juga tidak memungkiri adanya kekuatan besar yang di miliki oleh calon incumbent seperti finansial, track record dan kepemimpinan yang baik semasa menjabat. Keunggulan ini di kemas dengan baik sehingga menjadi power besar untuk menarik simpati.

"Tapi bisa jadi penantang memilki power lebih dari calon lain seperti finansial, survey terkait kepusaan public ketika menjabat, survey " jelasnya.

Menurut Farisi hal menarik yang harus disimak jelang pendaftaran calon September nanti yakni sikap Hanura, Gerindra dan PPP. Karena dengan 9 kursi ketiganya bisa membentuk poros baru untuk mengusung satu pasangan calon.

Ini menarik sekali, kita akan lihat apakah ketiga partai ini  akan membentuk poros baru atau memilih untuk bergabung, ucapnya. (aiz)

 


Berita Terkait



add images