JAMBIUPDATE.CO, KUALA TUNGKAL- Nasib guru honorer yang mengajar di SMA dan SMK wilayah tanjabbar belum jelas kepastiannya. Ini setelah kewenangan SMASMK akan diambil alih Disdik Provinsi tahun 2017 mendatang. "Kita tidak tahu apakah honorer itu akan ditarik juga ke provinsi apa tidak, belum pasti hingga kini saat ini. Ujar Wahidin, Kadisdik Tanjabbar.
Ia menyebut Ada sebanyak 420 orang guru honorer yang membantu proses belajar mengajar di sekolah-sekolah SMA/SMK. Jumlah jam pelajarannya lebih banyak juga jam pelajaran guru-guru honorer ini dari pada guru PNS. Ini karena masih kurangnya tenaga guru di daerah kita, sebutnya.
Jika Provinsi tidak mengambil alih juga para guru honorer ini, katanya, otomatis proses belajar mengajar di sekolah pasti bakal menemui kendala. Apalagi semua sudah diambil alih provinsi, Jadi kewenangan daerah tidak ada lagi untuk mengurusnya.
Selama ini semua hak gaji dari para guru honorer tersebut, kita ambil dari APBD, dalam satu tahunnya kita menganggarkan sebesar Rp 3,5 Milyar, pungkasnya. (sun)
