JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Kepala UPTD Suku Anak Dalam (SAD) Kabupaten Merangin, Amrizal, langsung mengkonfirmasi kepada pihak RSU Kol Abundjani Bangko terkait pengakuan warga SAD yang mengaku diusir dari rumah sakit sehingga mendirikan tenda di depan kantor BKD Merangin, Jumat (22/4).
Amrizal menyebutkan, setelah dihubungi, pihak rumah sakit mengaku jika keluarga Rini (7) yang meminta pulang karena tidak tahan dengan infus yang sakit.
Kata pegawai rumah sakit. Katanya yang minta pulang itu adaalah SAD. Karena SAD yang sakit ini kesakitan adanya infus ditangannya. Namun saat dicabut mau dipindah sebelah kanan tangan SAD tersebut malah takut dan minta pulang ,ungkap Amrizal menirukan suara perawat rumah sakit.
BACA JUGA: Warga SAD di Merangin Mengaku Diusir dari Rumah Sakit, Ini Keterangan dari Pegawai Rumah Sakit
Dilanjutkan Afrizal, secara fisik Rini memang terlihat belum sehat. Namun, Ia tidak tau kenapa belum sehat Rini sudah keluar dari rumah sakit. Ia menyebutkan, sudah membujuk agar warga SAD tersebut untuk kembali membawa anaknya berobat ke rumah sakit.
"Kalau saya lihat dari fisik Rini, ia belum sehat. Tapi kita juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, sebab pihak rumah sakit juga berkilah mengusir Rini," terang pria yang akrab disapa Ijal itu.
Setelah dikoordinasikan oleh Kepala UPTD SAD dan awak media dengan pihak rumah sakit, Rini kembali diperbolehkan dirawat di rumah sakit Kol Abunjani Bangko. (amn)
