iklan Illustrasi.
Illustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Saat ini selain Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilakukan secara serentak, di tingkat bawah juga menggelar pelaksanaan pesta politik secara serentak, yakni Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Melihat aturan tersebut pengamat menilai pelaksanaan Pilkades serentak ini cukup rawan terhadap kepentingan Pilkada Bupati.

Hal ini diakui Pengamat politik Indobarometer, Hadi Suprapto Rusli saat dikonfirmasi.

"Pilkades ini, kemungkinan intervensi itu ada. Seperti memanfaatkan perangkat desa untuk maju kembali," ungkapnya.

Baginya, untuk secara terang-terangan bagi calon incumbent yang akan maju untuk memanfaatkan perangkat desa cukup minim akan terjadi, namun melalui dana program desa yang digelontorkan akan berpeluang besar.

"Walaupun tidak face to face, bisa melalui program desa. Dengan mengarahkan perangkat desa yang ada," katanya.

Tetapi, ungkapnya, dengan adanya dukungan kontrol sosial masyarakat dalam pelaksanaan Pilkades, tentu intervensi terhadap jalannya pesta demokrasi juga minim. "Kalau ada kontrol sosial masyarakat, yang berkepentingan itu bisa dihindari," jelasnya.

Hadi menambahkan, selain kontrol sosial dari masyarakat perlu juga adanya pendidikan politik yang diberikan kepada masyarakat. Agar permasalahan intevensi terhadap Pilkades tidak terjadi. Mengingat potensi pembangunan ada di tangan Kepala Desa. "Makanya masyarakat itu perlu diberikan pendidikan politik," pungkasnya. (aiz)


Berita Terkait



add images