iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MERANGIN Malang nasib Adi Prima (26). Warga RT 02 Desa Tanjung Ilir Kecamtan Tabir, Kabupaten Merangin, mengalami kebutaan di mata kanannya. Ini terjadi setelah dirinya berobat karena di dema di Puskesmas Rantau Panjang.

Informasi yang dirangkum jambiupdate.co, Adi berobat di Puskesmas tersebut 5 Desember 2015 karena demam. Pada hari pertama dalam pengobatan korban dipasang infus ditangan kiri.

Dihari kedua ternyata tangannya mengalami pembengkakan berwarna kebiruan dan kehitaman. Bahkan, pada hari itu korban meminta supaya tidak mengunakan infus lagi. Karena penglihatannya mulai kabur, ditambah lagi kesehatannya semakin memburuk.

"Saya demam, berobatlah  kePuskesmas Rantau Panjang. Setelah diperiksa dokter menyarankan rawat inap lalu saya diinfus. Keesokan harinya tangan saya bengkak badan mata saya terasa sakit," ungkap Adi Prima ketika dibincangi di rumahnya, Minggu (16/4).

Anehnya, tuturkan Adi, dihari ketiga penglihatannya dan kesehatannya semakin parah, lalu Pukesmas Tabir membuat rujukan ke Rumah Sakit Hanafi Muara Bungo, tanpa meminta minta izin ke RSU Klonel Abundjani lebih dulu.

" Walaupun saya sakit tetapi menurut saya ada yang aneh, pasalnya pihak puskmas lansung membuat rujukan ke RSD Muaro Bungo tanpa diketahui RSD Klonel Abundjani sebagai induknya," beber Adi.

Diceritakannya, selama sepuluh menjalani perawatan di Rumah Sakit Bungo, Dokter menyatakan bahwa dirinya terjangkit Demam Berdarah (DBD).

Namun, untuk mata dan tangannya pihak dokter RSUD Muaro Bungo tetap berusaha tetapi tak berkomentar, hingga akhirnya pihak RSUD Muara Bungo membuat rujukan ke Rumah Sakit(RS) M. Jamil Padang.

"Selama satu bulan dirawat di RS M. Jamil Padang penyakit DBD dan tangannya membaik. tetapi mata sebelah kanan mengalami kebutaan, karena dampak obat ketika saya dirawat di-Puskesmas Rantau Panjang," tambah Adi.

Sementara, Kepala Puskesmas Tabir Lukman dikomfirmasi Minggu(17/4), menampik bahwa butanya mata Adi, bukan karena permasalahan pengobatan di puskesmasnya. Pasalnya, sebelum dirujuk ke Muaro Bungo, menurut pengakuan Adi sendiri kondisi matanya dalam keadaan normal.

"Gak mungkin pak, sebelum fasien dirujuk mata fasien dalam keadaan baik. Jika tak percaya tanyakan sama dokter yang menanganinya," tantang Lukman. (amn)


Berita Terkait



add images