JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Sudah sepekan Gunung Kerinci menyeburkan abu vulkanik di sekitar permukaan kawah gunung.
Direktur Instituion Concervation Society (ICS) Solok Selatan, Salpa Yandri menegaskan, dengan adanya intensitas penyemburan abu vulkanik dalam sepekan di Gunung Kerinci, tentu dapat mempengaruhi keberadaan satwa liar di sekitar lereng gunung.
Sehingga perlu juga dikhawatirkan oleh warga yang berladang di sekitar kaki gunung berapi tertinggi di Indonesia ini, karena kecenderungan binatang akan turun ke kaki gunung.
BACA JUGA: Tertutup Kabut Tebal, Hari ini Tak Terlihat Semburan Abu Vulkanik dari Gunung Kerinci
"Kecenderungan sifat binatang akan turun ke kaki gunung atau ke permukiman warga. Bila adanya intensitas gunung berupa semburan abu vulkanik atau letusan gunung. Maka perlu adanya kehati-hatian warga dan segera laporkan, bila itu terjadi,"ungkap Salpa Yandri.
BACA JUGA: Ini Dia Jenis-jenis Satwa Liar yan Ada di Gunung Kerinci
Satwa liar yang ada di Gunung Kerinci beragam jenisnya, selain puluhan jenis burung. Di gunung dengan ketinggian 3.805 KM dari permukaan laut juga terdapat harimau sumatera, anjing hutan, beruang madu, kera, monyet, ular, kijang, rusa, trenggiling, landak dan masih banyak lagi spesies lainnya.
Namun dengan terganggunya keberadaan akan permukiman dan ladang warga di sekitar kaki gunung, sehingga memutus koridor gajah sumatera yang biasanya juga terdapat di sekitar gunung.
"Meski koridor gajah sudah terputus, bisa jadi masih ada spesies ini di sekitar Gunung Kerinci. Kewaspadaan warga terhadap hewan buas lainnya penting dilakukan, ketika beraktivitas di sekitar kaki gunung," tukasnya. (tno/sam/jpnn)
Sumber: www.jpnn.com
