iklan Bupati Sarolangun, Cek Endra.
Bupati Sarolangun, Cek Endra.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - Dalam acara malam perkenalan Kepala Kejaksaan Negeri Sarolangun, Abdullah Noer Deny SH, MH yang menggantikan posisi Agustinus, Bupati Sarolangun, Drs H Cek Endra (CE), menyampaikan beberapa hal kepada Kajari yang sebelumnya bertugas di Kalimantan Timur ini.

Pertama CE membahas masalah Suku Anak Dalam (SAD) yang sudah menjadi icon di Bumi Sepucuk Adat Srumpun Pseko ini.

"Kalau di daerah Kalimantan pak Deny biasa bertemu dengan suku Dayak, kita di Sarolangun juga ada SAD atau biasa kita sebut dengan suku kubu," ujar CE, Senin malam (28/3) di Ballroom Abadi Hotel Sarolangun.

"Kita di sini sudah membangun infrastruktur bagi SAD, termasuk kawasan terpadunya yang berada di Taman Nasional Bukit Dua Belas, nanti kapan-kapan kita akan mengajak pak Deny untuk berkunjung dan melihat langsung bagaimana budaya SAD," ujar CE.

Tak hanya masalah SAD, CE juga mengungkap daerah-daerah yang masih rawan kriminalitas yang ada di Kabupaten Sarolangun."Kalau tingkat kriminalitas maupun peredaran narkoba, itu masih ada di daerah Kecamatan Singkut, tepatnya di Simpang Nibung, karena daerah itu berbatasan langsung dengan Provinsi Sumsel," ungkap CE.

Tak lupa juga kepada Kajari baru, CE juga mengungkapkan masalah yang masih terus menjadi polemik bagi Kabupaten Sarolangun, yakni Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Menurut CE, PETI yang ada saat ini memang sangat sulit sekali untuk diatur dan sudah sangat merusak lingkungan.

"Mungkin bapak sudah mendengar kejadian banjir bandang siang tadi di Kecamatan Limun, itu tidak bisa dipungkiri memang daerah itu banyak aktifitas PETI, namun kedepan ada kabar baik, yakni perizinan penambangan rakyat akan di permudah karena ESDM kita akan diambil alih oleh provinsi, jadi masyarakat bisa langsung mengurus izin penambangannya dengan mudah, kita juga bisa mengatur bagaimana penambangan dengan baik dan meminimalisir kerusakan lingkungan,"jelas CE.(dez)

 


Berita Terkait



add images